4 Langkah Terbaik Untuk Perencanaan Biaya Pendidikan Anak

4 Langkah Terbaik Untuk Perencanaan Biaya Pendidikan Anak – Ketika anak lahir, bukan saja berbagai perlengkapan yang harus dipersiapkan orangtua. Tapi juga mulai memikirkan masa depan anak. Salah satunya menyangkut dana pendidikan yang menjadi elemen penting saat mengatur keuangan nantinya.

Seperti diketahui, biaya pendidikan setiap tahun naik. Besarannya sekitar 10%. Anda sebagai orangtua perlu menyiapkan dana pendidikan anak, mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga jenjang kuliah. Dan kebutuhan biayanya tidak sedikit.

Bagaimana Merencanakan Biaya Pendidikan Anak?

Menyiapkan dana pendidikan dapat Anda lakukan dengan berbagai cara, seperti membuka tabungan pendidikan, asuransi pendidikan, tabungan berjangka, deposito, atau bisa juga lewat investasi.

Namun pada umumnya, masyarakat lebih cenderung mengajukan tabungan pendidikan atau asuransi pendidikan. Agar perencanaan dana pendidikan anak dapat dilakukan dengan tepat, terapkan langkah berikut ini bersama pasangan:

  1. Lakukan riset mengenai perkiraan biaya
  2. Evaluasi keuangan
  3. Pilih Asuransi atau Tabungan Pendidikan?
  4. Investasi

Dengan perencanaan yang tepat kita dapat memimalkan risiko yang terjadi di masa depan. Sehingga biaya risiko yang muncul bisa kita minimalisir. Kemungkinan kesuksesan yang kita dapat juga akan semakin tinggi.

Mari kita bahas satu persatu untuk mendapat pemahaman lebih lanjur terkain perencanaan biaya pendidikan untuk anak~

Lakukan riset mengenai perkiraan biaya

Dalam membuat rencana dana pendidikan anak, lakukan riset sederhana mengenai biaya pendidikan. Setelah menentukan beberapa opsi sekolah yang akan dipilih, Anda perlu mencari informasi mengenai biaya sekolah di institusi tersebut.

Poin-poin yang perlu Anda ketahui, yaitu uang pangkal, uang bulanan atau SPP, seragam, buku, dan biaya lainnya, seperti ongkos transportasi dan ekstrakurikuler.

Setelah mendapatkan hasil riset yang cukup akurat, bandingkan antara biaya yang harus Anda keluarkan dengan sarana-prasarana yang akan diperoleh si anak.

Dari hasil perbandingan itulah, Anda bisa mengambil keputusan mengenai sekolah mana yang terbaik untuk anak. Hal penting lainnya adalah mengkalkulasi perkiraan biaya pendidikan pada tahun di mana anak Anda memasuki sekolah tersebut.

Bila memungkinkan, tanya kepada pihak sekolah perihal kebijakan kenaikan biaya. Apakah ada setiap tahun. Jika ada, perkiraannya berapa. Dengan begitu, perencanaan anggaran pendidikan menjadi lebih akurat.

Evaluasi keuangan

Tahap selanjutnya dalam perencanaan dana pendidikan anak, yaitu evaluasi keuangan Anda. Berapa pendapatan Anda setiap bulan, dan berapa uang yang harus disisihkan dari gaji untuk dana pendidikan.

Pastikan porsinya sesuai dengan kondisi finansial Anda. Jangan sampai mengganggu pengeluaran pokok lain, seperti sewa rumah, bayar cicilan utang, dana darurat, investasi, dan lainnya.

Pilih Asuransi atau Tabungan Pendidikan?

Upaya mempermudah rencana pendidikan anak adalah dengan mendaftar produk simpanan tabungan atau asuransi pendidikan. Ingat, tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan berbeda.

Tabungan pendidikan merupakan tabungan berjangka yang telah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Jika memilih tabungan pendidikan, maka Anda wajib menyetor nominal tertentu setiap bulan hingga waktu jatuh tempo.

Tak perlu khawatir bila bank bangkrut atau dilikuidasi, karena simpanan dengan nilai maksimal Rp2 miliar dijamin LPS. Jadi dana Anda tetap aman.

Sementara asuransi pendidikan adalah gabungan dari tabungan dengan asuransi jiwa berjangka. Setoran dana akan menjadi jaminan untuk pendidikan anak. Namun, jika terjadi kasus, di mana orangtua meninggal, pendidikan anak akan tetap terjamin.

Untuk itu harus teliti ketika mempertimbangkan asuransi pendidikan yang bagus untuk anak demi masa depan yang lebih baik sehingga asuransi pendidikan terbaik akan memberikan rasa aman. 

Investasi

Mau yang tidak biasa? Anda dapat mencoba berinvestasi untuk mengumpulkan dana pendidikan Anak. Produk investasi yang bisa dijajal, antara lain investasi emas atau logam mulia, surat utang negara (ORI, sukuk ritel), produk reksadana (reksadana campuran dan reksadana saham).

Dari kegiatan investasi, Anda akan memperoleh imbal hasil setiap bulan atau per tahun. Tentu saja kalau mau untung maksimal, investasi dilakukan dalam jangka panjang, yakni 3-5 tahun. Baru deh keuntungan akan terasa. Apalagi imbal hasil investasi biasanya lebih tinggi dibanding suku bunga tabungan.

Bahkan investasi pada produk reksadana dapat memberikan return hingga 20% lebih. Jauh melampaui inflasi yang berkisar 3-5% per tahun. Dapat mengimbangi pula kenaikan biaya pendidikan yang rata-rata mencapai 10% setiap tahun.

Share on:
About Reza Prama Arviandi

A graduate student from the Department of Civil Engineering ITB who has a passion in the field of civil infrastructure, big data analysis, and community empowerment.

Leave a Comment