Tentang Reza Prama Arviandi

Perkenalkan nama saya Reza Prama Arviandi teman-teman blogger dan yang tidak sengaja membuka blog saya yang sangat sederhana ini, hehe. Lahir dan tumbuh besar di bumi Wengker, Ponorogo. Senang membaca dan memaknai langkah HOS Tjokroaminoto, yang kebetulan juga lahir di Ponorogo. Meminati diskusi mengenai infrastruktur, pengolahan data besar, dan pengembangan komunitas masyarakat.

Perkenalan dengan Internet

Saya berkenalan dengan internet kira-kira ketika masuk kelas 5 SD. Saat itu untuk pertama kalinya keluarga saya membeli komputer (beli untuk pentium 4 namun 3 tahun berlalu baru tahu kalau pentium 4 nya hanya stiker, di cek di dxdiag ternyata pentium 3, hadeh) dan ada pelajaran komputer di SD, yang isinya sebenarnya membuat gambar di paint dan yang paling canggih adalah membuat akun email dan mengirimkan pesan ke teman sebangkunya. Masih sangat tertinggal mungkin ya, hehe.

Berkenalan dengan Blog

Masuk sekolah di SMP, perkembangan berinternet saya berkembang sangat cepat. Di saat itu teman sekelas sangat gandrung dengan blog. Berkenalanlah kami dengan komunitas yang saat itu sedang naik daun, Komunitas Blogger Kotareyog. Beberapa teman menjadikan blog sebagai sarana menulis dan mejeng berbagai info terbaru dunia.

Tema-tema seperti tips blogging, android, dan cheat game sangatlah rame di lingkungan teman saya SMP. Saat itu juga beberapa teman sudah memaksimalkan kegiatan bloggingnya dengan mencari pendapatan di internet. Adsense google, pcc kumpulblogger, paid-post, dan lainnya dimaksimalkan agar balik modal dan dapat trambahan uang saku.

Saya sendiri dahulu menyentuh niche tips blog, script plugin, dan yang pasti cheat PB, haha. Berbekal WIFI sekolah gratis, setiap hari saya datang ke SMP lebih pagi hanya untuk mengupdate blog saya, hehe. Membuka forum publisher cheat luar negeri, saya terjemahkan, cheat yang ada saya download, kemudian saya upload ulang, dan direct ke shortlink.

Statistik blog saya saat itu dengan blogger sangatlah mengagumkan, setidaknya bagi saya sendiri. Dalam sehari pengunjung blog saya bisa diangka 3000-8000 unique views. Pendapatan dari adsense google saja bisa mencapai $30-$80 per bulan dengan kurs sekitar 10 ribu. Menjadi post page one ketika siang untuk postingan yang baru diupload di pagi hari sudah menjadi kebiasaan. Alexa pernah mencapai rangking 80.000 dan Google Pagerank di rangking 3/10.

Vakum dengan Blogging

Namun menjelang akhir SMP cukup banyak teman yang mulai meninggalkan dunia blogging ini. Ada beberapa alasan yang mendasarinya. Algoritma crawling google berubah cukup sulit untuk berdamai dengan aturan baru. Permainan AGC dan spam blog mulai rame, menggusur konten unik yang sudah dibuat secara susah payah. Beberapa domain TLD seperti dot cc dibanned oleh google. Pukulan telak untuk beberapa teman yang sudah membangun inbound link dan lainnya bertahun-tahun. Serta yang ujung-ujungnya duit, bayaran dari adsense juga turun dan semakin sulit untuk mendapat klik yang sah. Serangan telak lain karena sosial media seperti facebook, blackberry, twitter, bahkan instagram kok ya makin asik.

Alasan Vakum Blogging

Saya vakum saat itu di ketika naik ke sementer 4, atau semester 2 kelas 11. Dahulu post cheat PB ya karena main PB juga. Uang adsense untuk main di warnet dengan paketan 3 jam/10 ribu, seminggu 2 kali, hehe. Setelah mau fokus ikut olimpiade sains dan siap hal lain saya kehilangan waktu untuk main-main, hehe. Hampir setiap minggu harus keluar kota karena ikut lomba apapun, baik olimpiade, pramuka, dan yang lainnya. Kegiatan komunitas blogger juga berkurang, jadi gak update dengan perkembangan dunia ini.

SMA Bosen Blogging

Lagi-lagi saat SMA saya nggak ada keinginan blogging. Dunia menulis untuk lomba ilmiah dan sastra begitu renyah, selain olimpiade yang saya masih jalani juga. Saya dapat beberapa receh yang bisa untuk menabung, beli berbagai gadget dan alat elektronik lain, hehe.

Selain itu sosial media seperti twitter dan messenger seperti WA mulai muncul menggantikan beberapa fungsi blogging di masa SMP. Game-game mobile juga menggantikan game PC warnet. Kegiatan organisasi saya juga makin padat, banyak tanggungjawab yang tidak bisa ditinggal.

Menulis dan Memulai Blogging Lagi

Masuk kuliah ternyata saya diterpa berbagai masalah yang sebelumya belum pernah saya hadapi. Semua hal tersebut membawa saya mencari kesibukan baru di tahun kedua. Saya memilih untuk menulis saat itu. Saya curahkan pemikiran random saya dalam blog. Dengan domain blogger baru karena akun lama juga sudah lupa berikut dengan nomor hp untuk verifikasinya. Lama-lama nyaman juga menulis di platform ini, walau juga tidak bernafsu untuk menshare banyak tulisan di platform media sosial lain. Tidak bernafsu juga untuk meraih banyak view seperti pengalaman blog dahulu.

Lama menulis hal random ternyata saya ada kegelisahan banyak di bidang teknik sipil yang saya pelajari. Banyak hal yang menurut saya saat itu kurang benar dan orang disekitar bidang sipil denial mengakui hal tersebut. Banyak hal lewat kacamata sempit saya berujung bukan dari hal teknis yang saya pelajari setiap hari. Permasalahan tersebut terkadang sangatlah makro, tersambung dengan permasalah lain. Perlu reformasi kalau revolusi masih terlalu jauh. Permasalahan petani, banjir, dan berbagai kegagalan infrastruktur kami kuliti satu persatu.

Untuk semakin menseriusi menulis lagi saya akhirnya membeli domain kemudian diteruskan dengan paket shared hosting kecil. Saat itu ingin mengoprek tema wordpress saja yang sepertinya menarik. Selain itu beberapa plugin dan kustomisasi link post yang pendek juga menjadi alasan saya, hehe.

Menjadi Promotor Ketua Himpunan Mahasiswa Sipil dan Ketua Departemen

Di tahun ketiga kuliah saya mendorong-dorong teman, Aldy, untuk maju menjadi calon ketua HMS ITB. Aldy yang akhirnya terpilih, meminta bantuan untuk membantu di departemen Aksi dan Kajian. Di departemen inilah kegilaan menulis saya ikut di tantang kembali. Saya bisa menulis satu draft setiap dua minggu, jumlah yang sama dengan progres tugas besar di teknik sipil ITB, hehe. Saat itu kami juga membangun kolektif blog di medium yang berisi hasil kajian diskusi yang kami lakukan.

Kajian Infrastruktur KM ITB

Tulisan saya sepanjang 2018-2019 akhirnya sangatlah bertemakan tentang infrastruktur. Periode itu juga saya naik untuk mengkoordinatori tematik kajian infrastruktur di kemahasiswaan KM ITB. Kebetulan lain tahun itu sangatlah banyak bencana yang hadir di Indonesia. Dimulai awal tahun 2018 berbagai bencana di proyek strategis nasional hadir mewarnai media arus utama Indonesia. Kemudian di semester kedua 2018 begitu banyak bencana alam yang menyapa Indonesia.

Kehadiran bencana ini menjadi bahan pembelajaran yang sangat berarti untuk saya dan teman-teman. Kami menulis dengan sudut pandang yang seringkali reflektif. Berbagai kampanye dengan keilmuan yang kami punya, coba kami sampaikan dalam berbagai platform.

Seluruh tulisan kami yang tertulis di medium berpuncak pada penyampaian aspirasi di Diskusi Terbuka Infrastruktur Indonesia KM ITB 2018. Kami mengundang berbagai pengambil kebijakan paling berkaitan dengan bencana infrastruktur di Indonesia yaitu KEMENPUPR, PVMBG, Pusat Gempa Nasional, dan BNPB.

Pesan Aktivisme Untuk Generasi Penerus

Salah satu peninggalan kata-kata saya tentang kemahaiswaan ke teman seperjuangan dan adik-adik saat kaderisasi adalah jangan lupa untuk menulis.

Manusia akan hilang, namun ide akan abadi. Kegelisahan kalian mungkin saja tidak terjawab semua, namun ide kalian mungkin terjawab oleh generasi penerus. Jangan pernah lelah untuk menulis, jangan pernah lelah untuk berjuang, nanti kita tertawa-tawa di masa tua akan kesombongan aktivisme di masa muda.

Tujuan Menulis Blog Sekarang

Setelah lulus kuliah dan mulai bekerja, hasrat menulis itu masih hadir. Namun terkadang saya sangat lelah setelah bekerja. Menulis sepertinya berfungsi sebagai relief atas berbagai kesibukan setiap hari. Menulis sebagai media lain karena ya saya sangat gemar bercerita. Bahkan sepertinya kalau saya punya partner atau bahkan istri, salah satu kegiatan setiap hari yang saya lakukan mungkin adalah bercerita.

Setiap cerita itu unik. Begitu juga setiap manusia sebagai subjek pencerita. Seperti kata orang bijak,

“Hidup itu biasa, yang luar biasa adalah tafsirnya”.

Setiap hidup manusia itu biasa, yang indah itu bagaimana setiap manusia memaknainya.

Berbicara dengan seorang teman, mungkin salah satu inspirasi saya menulis nanti untuk blog pribadi ini yaitu Pak Dahlan Iskan. Tulisan beliau menjadi pengisi setiap hari minggu saya di SMP dan SMA lewat kolom di Jawapos. Sekarang Pak Dahlan menuliskan cerita dan tafsiran akan hidupnya lewat blog pribadi. Semoga saya bisa terus menulis dan memaknai dengan indah hidup yang biasa ini.