Apa itu Risiko?

Apa itu Risiko? – Ramadan #16 – Ini series pertama mengenai berbagai pemahaman tentang apa itu risiko, apa saja definisi risiko, berapa jenis risiko yang ada, apa saja sumber risiko, bagaimana klasifikasinya, bagaiamana karakteristik risiko, dan lainnya.

Series ini bagian dari series Ramadan yang sedan giat saya tulis. Semoga banyak baiknya diterima. Silahkan sitasi apabila membutuhkan. Saya sertakan sumbernya di akhir series tulisan.

Apa itu Risiko?

Definisi Risiko Menurut ISO 31000

Menurut ISO 31000 tentang manajemen risiko, risiko singkatnya didefinisikan sebagai efek ketidakpastian dari sebuah objektif. Risiko hadir dari rangkaian kejadian. Dimana sebuah risiko hadir karena suatu penyebab dan risiko akan menghadirkan sebuah akibat.

Rangkaian Kejadian Risiko

Jadi rangkaian kejadiannya menjadi “penyebab – risiko – akibat”. Adanya suatu penyebab akan menjadikan sebuah risiko, adanya sebuah risiko akan menyebabkan suatu akibat.

Risiko Sebagai Akibat Objektif

Risiko mempunyai sebuah akibat terhadap objektif. Hal ini akan memberi konsekuensi apabila kita tidak mempunyai objektif yang jelas maka risiko yang ada akan tidak jelas kita definisikan atau ketahui.

Contoh Kejadian Untuk Memahami Apa Itu Risiko

Contohnya semisal, Fatih punya objektif akan datang ke kantor tepat waktu. Risiko apa yang mungkin didapatkan Fatih? Kejadian apa yang tidak diinginkan Fatih untuk datang ke kantor tepat waktu? Mungkin risikonya adalah hujan deras. Namun apakah hujan deras adalah sebuah risiko?

Related:   27 Kiat Sehat dan Relevan Saat Pandemi

Contoh Kejadian Apa Itu Risiko

Mari kita buat rangkaian kejadiannya. Hujan deras menyebabkan berkurangnya penglihatan di jalan. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya kecelakaan. Kecelakaan akan menyebabkan Fatih telat datang tepat waktu.

Kita tidak bisa mengatakan bahwa telat datang ke kantor tepat waktu adalah risiko karena pertanyaannya adalah apa yang menyebabkan Fatih telat? Dimana di dalam kasus ini Fatih terlibat sebuah kecelakaan.

Akibat dari Apa Itu Risiko

Oleh karena itu kita bisa mengidentifikasikan bahwa penyebab dari Fatih telat datang ke kantor tepat waktu adalah sebuah risiko. Akibat dari sebuah risiko yaitu kecelakaan adalah sebuah objektif.

Penyebab dari Apa Itu Risiko

Penyebab dari sebuah risiko yaitu berkurangnya penglihatan di jalan. Kecelakaan mempunyai efek langsung terhadap objektif yaitu telat. Sedangkan hujan deras merupakan penyebab tidak langsung.

Kesimpulan Rangkaian Kejadian Apa Itu Risiko

Jadi rangkaian kejadian “penyebab – risiko – akibat” yang benar bisa kita tulis ulang menjadi “berkurangnya penglihatan di jalan – kecelakaan – telat datang tepat waktu”. Kita bisa mengubah penyebab dan akibat dari sebuah risiko kecelakaan menjadi hal lainnya.

Misal penyebabnya bisa kita gantikan menjadi adanya telepon dari rumah dan salah menginjak gas. Sedangkan akibatnya bisa kita gantikan menjadi operasi kepala dan kehabisan uang.

Sekarang kita bisa tahu apabila ada seseorang yang menyebutkan bahwa telat datang tepat waktu adalah sebuah risiko dan dia juga menyebutkan bahwa kemacetan parah sebagai penyebab, dengan pembahasan yang sudah kita sebut diatas.

Kita tahu bahwa sebenarnya telat datang tepat waktu adalah sebuah objektif dan kemacetan parah adalah sebuah risiko.

Apa Itu Risiko Dalam Konteks Proyek

Di dalam konteks proyek kita tahu bahwa kejadian proyek melebihi anggaran, terlambat, rusaknya reputasi, dan karyawan terluka merupakan risiko dari sebuah objektif proyek yang tepat biaya, mutu, waktu, dan kecelakaan kerja.

Related:   Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Bangkrutnya Startup?

Tujuan yang berupa objektif telah berhasil kita definisikan sebagai akibat dari risiko. Dimana dalam konteks proyek kita bisa klasifikasikan nilainya menurut prioritas. Kita perlu banyak mencoba dan belajar menganalisis sebanyak-banyaknya rangkaian kejadian disekitar kita.

Apabila ada suatu kejadian sebagai objektif atau tujuan kemudian kejadian lain kita identifikasikan sebagai risiko, maka pertanyakan kepada diri kita sendiri apakah ada risiko tersebut memiliki akibat langsung yang lainnya.

Kejadian yang menjadi akibat tersebut kita ulangi dengan pertanyaan yang sama. Ulangi terus sampai objektif di awal merupakan akibat paling langsung dari kejadian terakhir yang dianalisis.

Apa itu Risiko?

Analogi Batu Besar Sebagai Risiko

Ide dasar dari konsep risiko adalah gambaran dari sekelompok orang yang berjalan di bawah batu besar, dimana ada kemungkinan batu besar akan jatuh dan menjatuhi mereka.

Sekelompok orang tersebut akan mati atau cedera. Di masa depan kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Ini adalah sebuah ketidakpastian. Sekelompok orang tersebut menghadapi risiko.

Untuk memudahkan kita memahami konsep risiko, kita harus melihat sebuah kejadian yang di masa depan akan memiliki beberapa akibat. Contohnya yaitu kejadian yang kita amati adalah berjalan di bawah batu besar.

Dimana akibatnya adalah kejadian dimasa depan yang tidak kita ketahui, misal jumlah orang yang cedera dan mati nantinya. Akibatnya adalah sesuatu yang berhubungan dengan nilai kemanusiaan, lingkungan atau aset material.

Bebebapa Definisi Risiko di Kamus

Di kamus SRA, risiko didefinisikan oleh beberapa ide dan konsep, diantaranya adalah empat hal:

  1. Risiko adalah kemungkinan dari kejadian yang tidak menguntungkan.
  2. Risiko adalah potensi dari ketidakinginan kejadian dari suatu akibat yang negatif.
  3. Risiko adalah akibat dari aktivitas dan kejadian yang terkait.
  4. Risiko adalah ketidakpastian tentang tingkat keparahan kejadian dari sebuah aktivitas yang berkaitan dengan nilai kemanusiaan.
Related:   Rekontruksi HMS ITB: Senarai Kajian Kebencanaan

Seberapa besar sebuah risiko tergantung pada situasi bagaimana analisis kita dapat mendukung keputusan tersebut diambil. Kita harus melakukan penilaian atas risiko yang akan dihadapi.

Risiko Sebagai Hubungan Probabilitas dan Akibat

Kita dapat mendeskripsikan risiko sebagai hubungan dari akibat dan kemungkinan, dimana keduanya sebagai dua bagian atau produk. Perkalian antara akibat dan kemungkinan menghasilkan expected value.

Sedangkan akibat dan kemungkinan bisa digambarkan juga dengan sebuah grafik XY, dimana sumbu X adalah akibat dan sumbu Y adalah besar kemungkinananya.

Definisi ini harus digunakan dengan hati-hati. Definisi ini bisa gagal untuk memasukkan aspek risiko yang penting. Kita tidak bisa melihat definisi ini sebagai definisi risiko yang tunggal, kita perlu melihat lebih jauh berapa nilai expected value dan kemungkinan ketika melakukan penilaian atas risiko kejadian.

Antara Ahli dan Awam Saat Menentukan Risiko

Contoh kejadiannya semisal ahli geologi menyatakan bahwa kemungkinan jatuhnya batu besar ke sekolompok orang dan membunuh mereka adalah satu per satu juta. Pengetahuan ahli geologi tersebut terhadap fenomena yang terjadi sangatlah kuat.

Ahli tersebut memegang banyak sekali data yang relevan dan wawasan terkait fenomena yang bisa terjadi.

Apabila seseorang yang awam menyatakan kemungkinan yang sama maka pendapat dari seorang geologi akan sangat lebih dipercaya. Ini berkaitan dengan akibat, kemungkinan kejadian, dan banyak pertimbangan yang mendukung pengetahuan seorang ahli geologi memutuskan besar kemungkinan kejadian fenomena tersebut.

Ide baru tentang risiko ini dibangun atas pemahaman beberapa hal terkait keamanan yang fokus terhadap nilai, ancaman, dan kerentanan yang berakibat langsung pada rangkaian kejadian yang terjadi.

Apa itu Risiko?

Referensi

  1. RISKID (2021, April 23). What is Risk [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=RjGBJk30rDc
  2. Risk (2021, April 23). What is Risk? [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=CbnIlLXeHw0
Share on:
About Reza Prama Arviandi

A graduate student from the Department of Civil Engineering ITB who has a passion in the field of civil infrastructure, big data analysis, and community empowerment.

Leave a Comment