Cara Pengadaan Barang Jasa Owner BUMN

Cara Pengadaan Barang Jasa Owner BUMN – Ramadan #24 – Ini series keempat mengenai bagaimana cara pengadaan barang jasa owner BUMN dilaksanakan. Kita coba bedah, belajar, mulai dari lingkup dan bagaimana best practicenya.

Series ini bagian dari series Ramadan yang sedan giat saya tulis. Semoga banyak baiknya diterima. Silahkan sitasi apabila membutuhkan. Saya sertakan sumbernya di akhir series tulisan.

Cara Pengadaan Barang Jasa Owner BUMN

Cara pengadaan barang jasa owner BUMN disesuaikan dengan kebutuhan pengguna barang dan jasa serta dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip pengadaan barang dan jasa dan praktek yang berlaku umum (best practice).

Secara umum, terdapat dua cara pengadaan barang dan jasa yang dapat diselenggarakan yaitu melalui Swakelola atau Penyedia. Pemilihan cara pengadaan barang dan jasa harus didasari pada kesesuaian paket untuk diadakan dengan kebutuhan dan kesesuaian paket yang akan dikerjakan.

Swakelola di Cara Pengadaan Barang Jasa Owner BUMN

Pengadaan barang dan jasa melalui Swakelola merupakan cara untuk memperoleh barang dan jasa yang dikerjakan atau dilaksanakan sendiri oleh BUMN, sedangkan pengadaan barang dan jasa melalui Penyedia merupakan cara memperoleh barang dan jasa yang disediakan oleh Pelaku Usaha.

Penyedia barang dan jasa merupakan badan usaha (baik BUMN, BUMD, swasta, badan hukum, orang perseorangan, instansi pemerintah atau badan layanan umum) yang kegiatan usahanya menyediakan barang dan jasa sesuai dengan bidang usahanya.

Related:   3 Advice Starting Mutual Fund: Important Notes

Lingkup Kegiatan Swakelola di Cara Pengadaan Barang Jasa Owner BUMN

Lingkup kegiatan yang terdapat pada tahap ini meliputi:

  • Menganalisa jenis atau kebutuhan dan menentukan bagaimana kegiatan pengadaan harus dilakukan, apakah melalui Swakelola atau Penyedia. Hal tersebut ditentukan berdasarkan ketersediaan sumber daya, biaya, waktu dan kualitas yang diinginkan serta kemampuan teknologi hingga keahlian pelaku pengadaan.
  • Menentukan spesifikasi barang dan jasa secara rinci atau Kerangka Acuan Kerja (KAK), memperkirakan biaya atau RAB, menentukan pemaketan serta biaya pendukung lainnya. Dalam proses pemaketan pengadaan barang dan jasa, harus berorientasi kepada keluaran atau hasil pengadaan, volume barang dan jasa yang akan diakuisisi, ketersediaan barang dan jasa di pasaran, kemampuan penyedia untuk memenuhi barang dan jasa yang dibutuhkan serta ketersediaan anggaran dalam organisasi agar mendapatkan paket pengadaan yang optimal.

Penyedia di Cara Pengadaan Barang Jasa Owner BUMN

Pemilihan cara pengadaan barang dan jasa melalui penyedia dapat dilakukan dengan:

Tender atau Seleksi Umum

Tender atau Seleksi Umum, yaitu cara pengadaan barang dan jasa yang diumumkan secara luas melalui media massa guna memberikan kesempatan kepada penyedia barang dan jasa yang memenuhi kualifikasi untuk mengikuti pelelangan. Pelelangan pada umumnya dilakukan untuk pengadaan jasa konstruksi yang bersifat kompleks dan memiliki teknologi tinggi atau risiko tinggi terhadap kegagalan pekerjaan.

Tender atau Seleksi Terbatas

Tender Terbatas atau Seleksi Terbatas, yaitu cara pengadaan barang dan jasa yang ditawarkan kepada pihak terbatas sekurang-kurangnya 2 (dua) penawaran.

Penunjukan Langsung

Penunjukan langsung, yaitu cara pengadaan barang dan jasa yang dilakukan secara langsung dengan menunjuk satu penyedia barang dan jasa atau penunjukkan melalui beauty contest. Cara ini dilakukan dengan menunjuk langsung 1 (satu) penyedia yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Barang dan jasa yang dibutuhkan menunjang kinerja utama perusahaan dan tidak dapat ditunda keberadaanya (business critical asset).
  • Hanya terdapat satu penyedia barang dan jasa yang dapat melaksanakan pekerjaan sesuai kebutuhan pengguna (user requirement) atau sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.
  • Barang dan jasa yang dibutuhkan bersifat knowledge intensive dimana untuk menggunakan dan memelihara produk tersebut membutuhkan kelangsungan pengetahuan dari penyedia barang dan jasa.
  • Bila pelaksanaan pengadaan barang dan jasa dengan menggunakan cara Tender atau Seleksi Umum dan Tender Terbatas atau Seleksi Terbatas telah 2 (dua) kali dilakukan dan tidak mendapatkan penyedia yang memenuhi kriteria atau tidak ada pihak yang mengikuti tender atau seleksi.
  • Barang dan jasa yang dimiliki oleh pemegang HAKI atau yang memiliki jaminan dari Original Equipment Manufacture.
  • Penanganan darurat untuk keamanan, keselamatan masyarakat dan asset strategis perusahaan.
  • Barang dan jasa yang merupakan pembelian berulang (repeat order) sepanjang harga yang ditawarkan menguntungkan dengan tidak mengorbankan kualitas barang dan jasa.
  • Penanganan darurat akibat bencana alam, baik yang bersifat lokal maupun nasional (force majeure).
  • Barang dan jasa lanjutan yang secara teknis merupakan satu kesatuan yang sifatnya tidak dapat dipecah-pecah dari pekerjaan yang sudah dilaksanakan sebelumnya.
  • Penyedia adalah BUMN, anak perusahaan atau perusahaan terafiliasi BUMN sepanjang kualitas, harga dan tujuannya dapat dipertanggungjawabkan dan merupakan produk atau layanan sesuai denga bidang usaha penyedia barang dan jasa bersangkutan.
  • Pengadaan barang dan jasa dalam jumlah dan nilai tertentu yang ditetapkan direksi dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan dewan komisaris.
  • Konsultan yang tidak direncanakan sebelumnya untuk menghadapi permasalahan tertentu yang sifat pelaksanaan pekerjaannya harus segera dan tidak dapat ditunda.
Related:   Peluang dan Tantangan Membangun Kota Pintar

Penunjukan langsung anak perusahaan atau perusahaan terafiliasi BUMN merupakan salah satu bentuk program sinergi BUMN oleh Kementerian BUMN.

Adapun tujuan sinergi BUMN adalah melakukan proses pengadaan secara cepat, fleksibel, kompetitif, efisien dan efektif tanpa kehilangan momentum bisnis sehingga mengakibatkan kerugian perusahaan

Pengadaan Langsung

Pengadaan langsung, yaitu pembelian terhadap barang yang terdapat di pasar yang nilainya berdasarkan harga pasar, termasuk e-purchasing.

Kemajuan teknologi dan informasi telah menyediakan sistem dan sarana dalam menunjang proses pengadaan barang dan jasa, dari yang awalnya menggunakan cara manual kemudian beralih ke arah pengadaan secara elektronik.

Keberadaan sistem ini memberikan banyak manfaat kepada pelaku pengadaan barang dan jasa berupa efisiensi, transparansi dan akuntabilitas serta dapat memberikan kesempatan luas kepada penyedia untuk berpartisipasi dalam pengadaan barang dan jasa.

Cara Pengadaan Barang Jasa Owner BUMN di E-Procurement

Cara pengadaan barang jasa owner BUMN tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan sarana e-procurement yang telah dihubungkan dengan portal Kementerian BUMN.

Tata Cara Pengadaan Barang Jasa Owner BUMN

Tata cara pengadaan barang dan jasa dapat diatur lebih lanjut oleh Direksi BUMN, seperti pengaturan adanya jaminan penawaran (bid bond) dalam proses Tender atau Seleksi Umum dan Tender Terbatas atau Seleksi Terbatas.

Share on:
About Reza Prama Arviandi

A graduate student from the Department of Civil Engineering ITB who has a passion in the field of civil infrastructure, big data analysis, and community empowerment.

Leave a Comment