Cinta, Memberi, dan Empati

b9b684ff90ada976a0b861e704ca85d3
Gambar Berasal dari Pinterest.com

Prolog

Perlu diketahui saya menulis ini didasari rasa gelisah. Selain itu segala sumber pemikiran yang menjadi dasar tulisan ini mungkin saja tidak saya tuliskan. Hal ini dikarenakan memori jangka panjang saya memang payah.

Namun di dalam hati saya selalu berterimakasih atas segala tulisan dan pemikiran yang pernah saya dapat selama ini. Moga sampeyan semua mendapat kebahagiaan dan selalu hidup penuh cinta di kehidupan manapun.

Saya seringkali kesal ketika melihat posting di temlen sosmed saya yang bercerita tentang cinta baik kepada pasangan, benda kesayangan, memori masa lalu ataupun kepada suatu objek yang dikasihinya. Saya bukan iri ataupun dengki. tapi saya melihat sesuatu yang ndak pada tempatnya.

Namun hal itu masih belum apa-apa dibandingkan semisal ada yang memosting hal yang mempunyai silogisme bahwa cinta butuh pengorbanan.

Saya sampai sekarang menolak hal seperti itu. ini bukan karena saya sok idealis ataupun sok menjadi anak kajian yang ngehek. Namun hal ini semata dikarenakan saya juga pengen menghindar dari serangan mbak mz hitz hipster ala ala. Hipster masa kok gitu?

Seturut miskinnya pengalaman dan pengetahuan saya mengenai hal ini, seumpama bisa mendobrak asas generalisasi maka setahu saya bahwa doktrin cinta butuh pegorbanan diamini oleh berjuta umat mbak mz hipster ala ala di seluruh dunia. Hal inilah yang membuat saya benar benar gelisah.

Yaelah, cinta yang sampeyan sebar sebar di dunia maya kok beda ya dengan cinta yang saya anut. Oleh karena itu saya selalu berdoa supaya saya diberikan cahaya yang terang. Apabila defiisi cinta yang saya anut salah semoga Gusti mau mengampuni dan mengembalikan saya ke jalan yang benar. Yaelah, setiap orang boleh khilaf kan?

Apa sih Cinta? Cinta itu Mbak Dian Sastro

Yoi, cinta itu mbak Dian Sastro, berpuluh purnama telah terlewati. Sampeyan baru berapa malam njedul langit?

Biar ndak salah pengertiannya kita cari definisi cinta. Ada beberapa definisi cinta yang bisa kita iyakan. Saya carikan yang mudah dicari di internet.

Menurut wikipedia cinta itu sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi.

Menurut KBBI

cinta/cin·ta/ a 1 suka sekali; sayang benar: orang tuaku cukup – kepada kami semua; — kepada sesama makhluk; 2 kasih sekali; terpikat (antara laki-laki dan perempuan): sebenarnya dia tidak — kepada lelaki itu, tetapi hanya menginginkan hartanya; 3 ingin sekali; berharap sekali; rindu: makin ditindas makin terasa betapa — nya akan kemerdekaan; 4 kl susah hati (khawatir); risau: tiada terperikan lagi — nya ditinggalkan ayahnya itu;

— bebas hubungan antara pria dan wanita berdasarkan kemesraan, tanpa ikatan berdasarkan adat atau hukum yang berlaku;
— monyet (rasa) kasih antara laki-laki dan perempuan ketika masih kanak-kanak (mudah berubah);

Apabila saya sarikan maka di dalam cinta itu terdapat beberapa unsur yaitu sayang, ketertarikan, kasih, ikhlas.

Jadi cinta menurut saya adalah ketertarikan dalam diri pribadi untuk memberikan kasih sayang yang ikhlas.

Hal yang perlu saya tebalkan dalam definisi diatas adalah kata kata memberi. Memberi yang saya maksudkan adalah memberi titik, tanpa ada maksud dan hal lain yang menambah ataupun niatnya.

Dalam kata lain yaitu memberi dengan sangat ikhlas. Bahkan sampeyan sampai tidak pernah berfikir bahwa apa suatu saat sampeyan menyesal karena telah memberi sesuatu ini. Kata kata memberi inilah yang memberikan nafas utama dalam cinta ini.

Cinta = Memberi?

Yaps betul sekali, bagi saya manifestasi paling kongkrit dari cinta adalah memberi. Inget aja ketika sampeyan mendadak baper kangen sama doi, eh salah, ibu sampeyan, setahuku pembaca pikiran saya kan jomblo biasanya. Sampeyan akan memberikan waktu terbaik bahkan terlama untuk mendapatkan quality time bersama ibu sampeyan.

Inget aja kalau sampeyan jadi vvibu ataupun ngidol sama dedeq gmz. Sampeyan memanifestasikan cinta sampeyan dengan membeli tiket, kaos, dvd, sampe botol sisa minum dari idolapun sampeyan cari. Btw, itu tergantung kadar keimanan cinta sampeyan juga sih.

Inget aja kalau sampeyan cinta sama suatu mata kuliah di kampus atau mata pelajaran di sekolah. Sampeyan pasti berusaha menyempatkan waktu khusus untuk belajar dan berburu permasalahan yang sekiranya challange-in untuk dikerjakan.

Inget aja kalau sampeyan cinta pada suatu mainan atau barang belanjaan yang lagi diskon besar, maka manifestasi cinta sampeyan tidak lain dan tidak bukan akan membeli barang itu secepatnya.

Inget aja kalau sampeyan merasa khilaf lalu merasa bersalah atas banyak apa yang sampeyan lakukan selama ini dan ndilalah mendapat hidayah maka sesegera mungkin sampeyan akan rajin beribadah juga bertobat semaksimal mungkin.

Inget aja kalau sampeyan cinta akan suatu subjek maupun objek maka naluri sampeyan akan segera berusaha mendapatkannya dengan kualitas dan kuantitas yang membuat hati sampeyan bahagia paripurna.

Seperti itulah cinta dalam diri saya. Setidaknya sampai sekarang dan saya berharap sampai berakhir hidup saya nanti. Saya selalu berusaha ketika saya merasakan ada letupan cinta yang menggebu ataupun terletup sebesar buih sabun maka saya segera manifestasikan dengan kegiatan memberi.

Hal ini adalah upaya untuk menetralisir keberadaannya dalam diri saya. Cinta yang menggebu gebu itu sangat berbahaya. Sampeyan bisa terkendalikan oleh cinta sampeyan sendiri. Namun ketiadaannya juga bisa membuat diri sampeyan akan hampa.

Yaela, saya tidak bisa membayangkan kalau orang hidup tanpa cinta maka emang untuk apa ya hidup? Inget kata mbah roma, hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga ~.

Maaf, saya terlalu nyiyir. Nah, bagi sampeyan yang masih dikasih kesempatan untuk bercinta, maksud saya merasakan, sebar sebar cinta sampeyan ke seluruh subjek dan objek yang sampeyan bisa temui.

Pada Akhirnya Apa Itu Memberi?

Ketika cinta = memberi. Sudah termanifestasi secara paripurna maka banyak hal positif yang bisa saya rasakan.

Saya merasa ndak terlalu bersedih ketika kehilangan sesuatu yang saya sukai. Saya merasa bahwa uang ataupun harta bukanlah hal nomer satu di dunia ini. Saya merasa sangat bahagia membagi kepada hal yang menurut saya baik.

Saya menyalurkan potensi baik saya di tempat yang tepat karena saya berikan kepada yang lain. Jadi sampeyan jangan takut memberikan cinta kepada hal yang bermanfaat karena sampeyan ndak bakal berkurang apalagi habis, cinta sampeyan akan bertumbuh.

Hal lain yang menjadi catatan ketika saya merasakan hal yang menggebu. Ketika itu saya berfikir tentang untung rugi yang saya dapatkan, maka saya langsung eksekusi pemikiran saya bahwa itu bukan cinta. Oleh sebab bukan cinta itulah maka saya putuskan untuk tidak memberi apapun kepada hal tersebut.

Eits, empati jangan lupa coy

Btw, saat ini saya mengikuti dikpus alias diklat terpusat yang salah satu tujuannya menyambut dedeq terbaiq bangsa di itb dan ndilalah acara ini mempunyai nama integrasi. Integrasi sendiri tahun ini mempunyai tagline yaitu empati untuk negeri.

Hal yang selalu diubek ubek oleh para pendiklat kali ini jelas seperti tagline-nya yaitu empati. Empati sendiri menurut saya merupakan bentuk cinta. Ini dikarenakan cinta itu seperti energi coy, punya hukum yang berbunyi bahwa cinta/energi tidak dapat dimusnahkan namun bisa berganti wujud menjadi materi lain.

#empatiuntuknegeri
#integrasiitb2016
#inisiasikeluargamaahasiswaitb2016
#empatiuntukjomblo
#empatiuntukkekasih
#cintaadalahmemberiadalahempati

Btw juga tulisan saya kayaknya kepanjangan, mungkin akan saya teruskan nanti kalau saya ndak malesan. Tulisan pendek aja kayaknya ndak sampeyan baca apalagi kalau saya nulis panjang kayak gini.

Moga ndak ada yang lebihkan atau kurangkan. Saya merasa khilaf kalau ada sesuatu yang salah atau ndak semestinya menurut sampeyan. Tabique.

11 ramadhan 1437/15 juni 2016

Share on:
About Reza Prama Arviandi

A graduate student from the Department of Civil Engineering ITB who has a passion in the field of civil infrastructure, big data analysis, and community empowerment.

Leave a Comment