Hal yang Perlu Disyukuri di 2020 Ini

Hal yang Perlu Disyukuri di 2020 Ini – Memulai tahun 2020 dengan doa dan harapan yang baik. Ternyata dalam perjalanannya berat sekali. Diombang-ambing oleh lautan ketidakpastian. Hanya bisa saling menasihati dengan teman terdekat bahwa kapal kehidupan akan bisa melabuh untuk setiap yang kuat bertahan dan tidak menyerah sampai akhir. Mari agak bersenandung tentang hal yang sulit dilakukan oleh orang yang ambisius: bersyukur.

Rasa Tidak Bersyukur yang Harus Terubah Mindsetnya

Gagal masuk bekerja di kantor idaman alternatif pertama. Di php oleh kantor bonafide. Di ghosting oleh kantor idaman alternatif kedua, sampai saat ini tidak memberi kabar. Elpedepe yang gak buka-buka edisi Maret. Di bawah ketidakpastian gaji turun karena paket pekerjaan sebenarnya dihentikan terpaksa untuk atasi pandemi. Dihentikan mendadak proses scholarship dan enroll yang sudah setengah jalan di sekolah idaman luar negeri alternatif kedua. Mendaftar kuliah di Indonesia, hanya satu universitas yang buka. Ditinggal menikah. Masih bisa hidup selayaknya orang dewasa lain tidak sih 🙁 Di bawah keinsekyuran mendapat berita dari teman bahwa doi dekat dengan orang lain. Sulit memulai dan percaya untuk berhubungan dengan orang baru. Di bawah bayangan pesar ortu untuk selesai dengan diri sendiri sebelum beliau naik haji dan pensiun. Umur semakin tua, namun hati mental dan jiwa tidak semakin dewasa, bijak, dan menebar manfaat yang luas.

Sekiranya baru di awal pertengahan Agustus baru benar-benar tidak kemana-kemana. Melewati perjalanan hampir di seluruh bagian jawa walau berhalang pandemi.

Ternyata tetap saja lebih banyak hal yang perlu disyukuri. Saya coba tulis hal yang menyenangkan yang saya dapat. Ide menulis hal seperti ini saya dapat dari mas ndop yang sholeh di 2020 ini, hehe.

Waktu yang Cukup Untuk Merenung Perjalanan Ini

Tidak banyak orang yang diberi waktu untuk bernafas sejenak dalam perjalanan. Sebagian orang dipaksa kehidupan untuk terus berlari, terengah-engah, kemudian jatuh mendadak, terluka.

Hidup yang sedemikian cepat 5 tahun lterakhir ternyata belum termaknai dengan sangat dalam. Setidaknya seperti di masa hidup sebelum itu. Banyak hal yang bermakna bisa dibuat.

Kesempatan Belajar Bahasa dengan Lebih Fokus

Dalam waktu sebulan saya belajar speaking, writing, dan listening di Pare, walau terlupa tidak tertandai di gmaps sesuai gambar di twit saya diatas. Saat itu saya matikan alat komunikasi. Saya seperti bertapa. Beberapa esai refleksi saya tulis seperti How to Love A Man Who Never You Met yang bercerita tentang Nabi Muhammad SAW dan cerita tentang Surat Kaori ke Kaousei.

Hasilnya dari tes toefl yang tidak resmi, sebelumnya mentok di 486.7 saya bisa naik ke 526.7. Lumayan. Alhamdulillah. Progres baik di 2020.

Belajar Hal Baru

Untuk pertama kali belajar tentang data science yang materinya tersusun dengan kurikulum yang lebih rapi. Belajar tentang framework project yang lebih praktikal. Belajar menjadi developer wordpress lewat beberapa pekerjaan freelance dan kebutuhan organisasi.

Belajar data science lewat kesempatan lolos Online Academy, Digital Skills – Microsoft oleh Kemkominfo 2020, pelatihannya langsung bekerja sama dengan Linkedin Learning sebagai platform belajar. Saya ambil setidaknya dua course dari seharusnya hanya satu, hehe. Ambis.

Belajar Data yang Lebih Terarah

Coursenya yaitu Master Excel for Data Science dan Master SQL for Data Science. Sebelumnya belajar kedua hal hanya untuk menyelesaikan pekerjaan di kuliah, proyekan, dan pekerjaan. Sekarang belajar fundamentalnya bahkan dari konsep statiska dan probabilitas dari ahlinya. Salah satu course yang paling lengkap selain dari Udemy dan Coursera (paket gratis pelajar).

Kebetulan juga mendaftar dan keterima prakerja, haha. Saat itu diterimanya pas banget dengan ketika mulai lepas dari pekerjaan sebelumnya dan bersiap sekolah lagi. Saya ambil seperti dari Tech in Asia: Kuasai Formula Excel dan Google Spreadsheet untuk Profesional dan lainnya dari Skill Academy Ruangguru: Data Analisis dengan Google Data Studio, Kelola Project dengan Microsoft Project dalam 2 Jam, Penggunaan Agile dan Scrum untuk Development Project, dan Problem Solving: Cara Memecahkan Masalah ala Konsultan.

Kursus dari prakerja ini mempunyai durasi yang pendek. Saya dengan ambis kayaknya bisa menyelesaikan dalam 3 jam ditambah webinar selama 3 jam di hari itu. Tidak seperti course dari Linkedin dll yang perlu waktu beberapa hari. Jatah biaya kursus yang menjadi beasiswa itu hampir habis. Saya memanfaatkan dengan semaksimal dan setepat mungkin.

Hobi yang Menjadi Niat Bermanfaat

Sebelumnya sangat suka mengoleksi berbagai aset digital. Entah itu lisensi dari suatu akun, software, dan apapun. Kemarin memberi satu dua lisensi developer dan membagikan hal tersebut.

Awalnya hanya untuk hadiah wisuda teman seangkatan, setelahnya malah saya tawarkan ke beberapa teman yang sedang membangun organisasi non-profit. Sekarang sudah ada puluhan dan terus bertambah organisasi yang saya kasih gratis beberapa lisensi legal ini. Bisa dicek kalau tertarik, salah satunya adalah produk Gsuite 2020 .

Selain itu kemarin membeli sewa server sendri. Awalnya hanya untuk oprek dan belajar otodidak beberapa hal. Karena masih longgar, akhirnya menawarkan ke tiga organisasi berbeda untuk ikut ngekost servernya di tempat saya. Bahkan masih ada keinginan untuk bikin web donasi atau masjid, tentu gratis, kalau ada yang meminta.

Mengobati Kangen dengan Bapak Ibu

Setelah tidak pulang hampir setahun akhirnya bisa berkumpul dengan Bapak Ibu. Selama lima tahun terakhir setelah SMA memang kalau ditotal gak ada sebulan ada di rumah dalam setahun.

Selalu ada kegiatan. Selalu terasa kurang memberi prioritas kepada orang tua yang terkadang kita tidak sadar, kita bertambah umur, orang tua juga bertambah tua. Semakin sedkit kesempatan untuk berbakti.

Orang tua juga tipikal orang jawa yang ingin sangat dekat dengan anak dan menantu. Pesan yang sering diulang setidaknya dua tahun terakhir adalah boleh bekerja jauh dari rumah tapi harus sering ketemu Bapak Ibu.

Memperbaiki Hubungan dengan Tetangga

Selain orang tua, memperbaiki kualitas hidup dengan tetangga adalah penting. Apalagi dalam struktur sosial di Jawa, tetangga adalah orang terdekat yang katanya akan menolong apabila terjadi sesuatu di kita, setidaknya orang tua kita.

Lima tahun tidak ikut pladen, arisan sholawat barzanzi, dan hal lainnya. Tentu dengan mudah menjadi pembicaraan tetangga 🙁 Maka ini waktu yang diberikan untuk memperbaiki semua hal itu.

Keputusan Investasi yang Lebih Tepat

‘Selama setahun memutuskan belajar investasi dengan diawali menabung dan mengatur cashflow lebih baik, ternyata masih banyak case buntung daripada untung. Salah satu pelajaran yang saya ambil ternyata menentukan kapan out dan in itu diperlukan.

Investasi apapun, dengan jumlah berapapun, dengan horizon waktu selama apapun, kita harus tahu kita mau in dan out di nilai berapa atau waktu kapan. Dahulu saya pikir dengan beberapa komponen yang signifikan saya bisa percaya untuk menaruh, ambil tiga tahun. Eh ternyata itu tidak cukup.

Setelah April, keputusan investasi yang saya ambil jadi lebih bijak dan lebih tidak serakah. Salah satu keputusan terpenting adalah bisa out dari investasi emas tepat sehari sebelum harga emas turun sampai saat ini. Saya gain hampir 20%. Cukup tinggi. Namun tetap dengan risiko yang sudah terkontrol.

Awalnya dulu sempat bilang dalam hati, investasi emas, ntar kalau sudah waktunya bisa jadi mahar, haha. Tapi tidak apa-apa sudah tahu cara dan waktu terbaik membeli emas 2020. Nanti kalau sudah dekat dengan doi, bisa dimulai lagi 🙁

Masih Berkesempatan Berbagi Materi

Salah satu kegiatan progresif yang dilakukan oleh alumni sipil 2015 adalah bikin beasiswa bertajuk beasiswa sabana. Entah dari mana awalnya, saya sebenarnya juga tidak membantu apa-apa. Beasiswa ini sementara menyasar untuk anak sipil ITB yang membutuhkan terutama untuk perangkat belajar selama pandemi.

Ide yang luar biasa, berdampak, progresif, dan sangat mudah direplikasi di komunitas lain. Senang bertumbuh di lingkungan seperti ini. Semoga banyak kelompok yang memiliki hal progresif dan solve problem seperti ini.

Masih Berkesempatan Berbagai Pengalaman dengan Mendongeng

Mendongeng infrastruktur sebenarnya beberapa kali saya lakukan ketika mahasiswa. Tentu saat itu tidak ada bapak ibu dosen yang mengawasi. Perspektif yang saya bawakan tentu hanya sebagai fasilitator terhadap apa yang sudah saya temukan lewat buku, pertistiwa, dan kesempatan selama menjadi mahasiswa yang kebetulan mempelajari infrastruktur, bukan jalur profesi.

Saat itu awal masuk sekolah lagi, saya diberondong beberapa kesempatan mendongeng di beberapa universitas negeri. Tentu di awal saya menegosiasikan agar dibawa oleh pembicara lain yang mungkin lebih proper.

Saya tahu kualitas saya sendiri. Apalagi ini acara yang cukup besar, pembicara lain adalah senior yang malang melintang puluhan tahun di industri, terawasi oleh dosen yang ahli di bidangnya, dan tentu saya cuma butiran debu.

Karena dijawab memang dari awal ingin saya yang mendongeng, seperti semangat anak itebe lain: “Jawab iya dulu, bisa nggak bisa, ntar juga bisa, kita perlu cepat dan terus naikl level.”

Lihat postingan ini di Instagram

✨CIVIL DAYS 2020✨ Hi, Civilians!👷🏼‍♀️👷🏻‍♂️ Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang, Proudly present. 🏗️ NATIONAL CIVIL WEBINAR 🏗️ “Mewujudkan Konstruksi High-Rise Building Tangguh Terhadap Bencana Alam di Indonesia” Sub Tema: 1. Konsep Perancangan Bangunan Tangguh Bencana 2. Implementasi Konstruksi Bangunan Tangguh Bencana di Indonesia 3. Strategi dan Kebijakan Pemerintah dalam Menciptakan Kota Tangguh Bencana Keynote Speaker: 👨🏻 Reza Prama Arviandi ㅡKoordinator Aliansi Kajian Infrastruktur KM ITB 2018-2019 👨🏻 Ir. Manahara R. Siahaan ㅡKetua Umum DPP ATAKI 👨🏻 Dr. Ir. Agus Wibowo, M.Sc ㅡDirektur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB *dalam konfirmasi Waktu pelaksanaan: 📆 31 Oktober 2020 ⏰ 08.45 – selesai Fasilitas: 📃 E-sertifikat 📄 Materi PDF Pendaftaran: 📆 22 Oktober – 28 Oktober 2020 📆 Melalui link: http://bit.ly/PENDAFTARANNCW2020 Contact Person📞 👱🏻‍♀️ Laras (0895327250012) 👱🏻‍♂️ Alivio (081246653885) Info Lebih Lanjut: 📱Instagram: @civildays.um 🌎 Website: http://civildays.sipil.ft.um.ac.id

Sebuah kiriman dibagikan oleh Civil Days UM (@civildays.um) pada

Kesempatan Mengerjakan Proyek Kecil yang Menarik

Sejak Agustus 2020 setiap bulan saya menerima belasan proyek kecil yang menarik untuk di solve. Mungkin nilainya receh dengan pendapatan ketika masih kerja. Namun nikmat mencoba hal baru dan ternyata duitnya juga masih bisa nambal sekolah yang masih cuma dapat parsial biayanya 🙁

Proyek kecil ini setengahnya alhamdulillah kok ya masih menyambung dengan akademik. Suatu nikmat yang saat sarjana sulit didapat. Saya sering proyekan yang diluar garis lurus studi utama yang dialukan, hehe.

Masih Bisa Nongkrong Terbatas dengan Nyaman

Walau terbatas dan harus tetap sesuai protokol, kesempatan ngopi dan kumpul dengan teman yang sedang ada di rumah itu menyenangkan. Setelah selesai garapan dan kewajiban, sangat dengan mudah menuju ke tempat warung kopi atau rumah teman yang kosong. Gampang sekali.

Berbeda di kota besar, mau menemui teman harus janjian lama dahulu, lah akhirnya malah gak ketemu, di kota kecil tinggal datang ke rumah atau tempat, langsung ketemu, gak usah babibu. Tentu ini sudah dianggap biasa dan ya kalau emang repot, butuh privasi, bisa balik juga, ntar ketemu lagi.

Beribadah yang Lebih Khusu’

Sekali lagi di rumah ini jrasanya seperti bertapa. Waktu serasa lebih lambat. Setiap detik waktu rasanya terasa. Apalagi bersama Bapak Ibu di rumah. Sholat wajib berjamaah dan sunah tepat waktu. Rutinitas di waktu masa sekolah sebelumnya bisa dilakukan dengan nyaman. Ya gimana, framework beribadah orang sini, luar biasa.

Bisa Olahraga dengan Lebih Teratur dan Intensitas Lebih Tinggi

Hidup di rumah itu rasanya hidup tereset default kembali. Olahraga pun sama. Bermodal sepatu free step osaka atau bali yang sangat nyaman insholenya, laripun juga enak. Walau track kawasan larinya belum senyaman Gelora Bung Karno, tapi ini lebih dari cukup. Pagi setengah enam untuk setengah jam, cukup.

Badminton pun juga sama. Punya kesempatan ikut main di tiga waktu berbeda dengan tiga kelompok angkatan berbeda dalam seminggu. Rasanya seperti kembali saat waktu SMA dengan dua kali main dalam seminggu. Bahkan waktu mainnya bukan sejam dua jam, namun tiga sampai lima jam. Mantap sekali.

11376143 435476529946491 145644406 n.jpg? nc ht=scontent sin6 2.cdninstagram
Futsal Perpisahan SMA Young Java Futsal 2012-2020. Besok UNAS :3

Memperbaiki Skill Memasak dan Menyetir

Tidak punya dapur dan kendaraan yang punya stir membuat kemampuan memasak dan menyetir jadi turun jauh. Memang sih masih beberapa kali masak agak ribet kalau ada acara di kontrakan, kos temen, atau kampus. Tapi alatnya juga terbatas.

Demikian dengan menyetir, kayaknya cuma saat wisuda atau gantian di tol pakai mobil temen yang matic. Selain itu blas. Sungguh nikmat.

Banyak Mengucap Selamat Kepada Teman Lain

Adanya pandemi menyebabkan lonjakan kenaikan drastis acara lamaran atau pernikahan ketika mulai diberlakukan PSBB. Sepertinya setiap bulan pasti minimal ada satu dua teman yang punya hajat tersebut. Entah diundang atau tidak, doa-doa baik dalam menjalani kehidupan selanjutnya selalu saya kirim. Semoga selamat mendayung kapal pernikahan dan kehidupan selanjutnya ya kawan-kawan~

Kesempatan S2 yang Menyenangkan

Terakhir tentu tentang keputusan penting yang saya pilih yaitu bersekolah lagi. Segala hal yang masih menjadi celah bolong saat sarjana, kebodohan-kebodohan yang tidak perlu, hutang-hutang itu ingin sekali saya bayar tuntas lunas kalau bisa berlebih di pascasarjana ini. Segeneralis saya pun ingin punya scope of expert yang baik.

Semoga diberi kemudahan dan kekuatan yang cukup menjalaninya.

Entah mengapa masuk UI saat ini begitu menyenangkan. Mengingat proses adaptasi saya dari anak SMA kota yang sangat kecil di ITB sungguh berat. Sulit beradaptasi dalam lingkungan akademik apalagi sosial.

Di UI, halangan itu seperti tidak signifikan berbekas. Bayangan saya mungkin karena pembelajaran masih daring, objektif dari pascasarjana berbeda dengan sarjana, atau memang batu loncatan di ITB membuat saya lebih kuat dan baik menghadapi suasana di UI. Semoga terus begitu.

Sekali Lagi Bersyukur di 2020

Satu hal yang saya percaya, bersyukur menjadikan hidup lebih baik. Hidup yang seimbang baik mengenai mental, ibadah, fisik, akademik, dan pekerjaan ternyata memberi value yang lebih maksimum. Tentu pembelajaran hampir lima tahun yang tidak seimbang memberi tamparan keras untuk terus belajar.

Terlalu banyak nikmat yang sudah didapat di tahun 2020 ini, tentu sulit untuk dituliskan semua. Terlalu sedikit waktu untuk mensyukurinya. Alhamdulillah.

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ ﴿النمل : ۱۹

Fatabassama dahikan min qawlihaa waqaala rabbi awzi’nii an asykura ni’mataka allatii an’amta ‘alayya wa’alaa waalidayya wa-an a’mala shaalihan tardaahu wa-adkhilnii birahmatika fii ‘ibaadika alshshaalihiina

Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” (QS. An-Naml: 19)

Share on:
About Reza Prama Arviandi

A graduate student from the Department of Civil Engineering ITB who has a passion in the field of civil infrastructure, big data analysis, and community empowerment.

Leave a Comment