sc: gettyimages.com

Salah satu logika sederhana yang berkaitan dengan dunia ketekniksipilan yaitu melemahkan salah satu bagian untuk memperkuat satu kesatuan bangunan. Melemahkan disini tidak bisa dimaknai sebagai usaha untuk memperkecualikan beberapa titik untuk memaksimalkan titik lainnya. Namun memperhitungkan untuk memilih mana yang paling lemah dari seluruh bagian yang sudah diusahakan untuk dioptimasi.

Contoh nyata dan sudah diterapkan dalam banyak kasus sipil yaitu memilih kekuatan balok (bagian horizontal yang bakal melendut akibat beban transversal) untuk lebih lemah daripada kekuatan bagian struktur lain khususnya kekuatan kolom (bagian vertikal untuk menahan beban aksial, orang awam kadang menyebutnya sebagi tiang dll, ehehe).

Kasus-kasus gedung runtuh dengan waktu yang relatif cepat (sehingga manusia yang berada di dalam gedung tersebut terjebak dan tidak bisa menyelamatkan diri) di masa lalu memberikan pelajaran penting. Pelajaran itu yaitu ketika kita mengabaikan untuk memilih bagian yang kekuatannya didesain paling lemah (diantara yang lain) menjadikan bangunan tidak bisa kita tebak perilakunya ketika kritis (saat gempa bumi, tanah pondasi yang kekuatan geser tanahnya hilang, tanah ambles, dll). Saat mengabaikan hal tersebut, ternyata perencana bangunan menjadikan satu kesatuan bangunan tersebut memiliki kekuatan balok yang lebih kuat daripada kekuatan kolomnya.

Hal tersebut sangat fatal karena ketika di waktu kritis kolom yang lebih lemah menerima beban yang lebih besar dari beban maksimal yang bisa diterima. Hal itu menjadikan kolom runtuh dahulu. Atas alasan tersebut bangunan runtuh lebih cepat dan balok jadi ikut runtuh, meskipun masih mampu menahan bebannya. Padahal apabila kita merekontruksi untuk memilih melemahkan kekuatan balok daripada kekuatan kolom, kejadian runtuh bisa dicegah karena cuma atap yang akan runtuh. Sehingga daerah di dekat kolom masih aman dan manusia di dalam gedung masih mempunyai waktu untuk menyelamatkan diri dengan keluar dari bangunan tersebut.

Akhirnya saya cuma bilang, setelah merenungi manfaat logika tersebut, sekiranya kita cocok dengan hal tersebut, hendaknya logika itu bisa kita gunakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Logika untuk melemahkan salah satu bagian dari kita untuk memperkuat diri kita sebagai satu kesatuan. Apabila saya tidak salah sebut, hal itu yaitu ego kita. ego yang membawa kita kepada sesuatu bisa saya sebut sebagai kegaduhan akhir-akhir ini, ehehe. Tabique.

Referensi:

1. Mata kuliah Mekanika Tanah I oleh Bapak Ir. Endra Susila, MT, Ph.D


1 Komentar

Patricia Howell · 24 April 2018 pada 11:29

Great article! We are linking to this great content on our site. Keep up the good writing. itunes sign in

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *