Melihat Jauh ke dalam Bumi, Melihat Terowongan Gotthard Swiss

Kisah Komandan Carthage

Puluhan tahun sebelum Masehi, seorang komandan dari Afrika mampu melintasi pegunungan Alpen yang dikenal ganas. Pegunungan Alpen adalah deretan dataran tertinggi di Eropa hingga saat ini. Komandan tersebut bernama Carthage, sering disebut dalam peradaban Afrika kuno.

Awal Muasal Terowongan Gotthard

Terinspirasi oleh kisah tersebut, para insinyur terbaik Swiss di masa kini mencoba untuk meniru semangat tersebut. Akhirnya di tahun 2016, mereka telah menuntaskan mahakarya proyek terowongan bawah tanah yang menembus dasar pegunungan Alpen di Swiss.

Spesifikasi Terowongan Gotthard

Terowongan kereta bawah tanah ini bernama Gotthard Base Tunnel. Mempuyai rel kereta sepanjang 150 km, 53.8 km diantaranya merupakan terowongan bawah tanah. Selain itu terowongan ini mempunyai kedalaman rel sedalam 2.3 km.

Kedua data tersebut menjadikan Gotthard Base Tunnel merupakan terowongan kereta api terpanjang, sekaligus terdalam dalam sejarah umat manusia. Terowongan Gotthard berhasil mengalahkan Terowongan Channel yang menghubungkan antara Inggris dan Perancis dengan panjang 50 km, bahkan Terowongan Seikan dengan panjang 54 km di Jepang sebagai pemegang rekor sebelumnya.

1474872043000 2B 25287 2529

Fakta Unik Terowongan Gotthard

Pembangunan Terowongan Gotthard yang membelah Pegungan Alpen ini cukup menarik dari sudut pandang kerekayasaan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa pemegang rekor terowongan bawah tanah sebelumnya dibangun di bawah perairan yang cukup dangkal.

Membelah Gunung Alpen

Membelah sebuah Pegunungan, apalagi Pegunungan Alpen bukanlah urusan yang mudah. Batuan dasar sebanyak 25 juta ton yang keras dan rumit menjadi permasalahan yang sangan kompleks. Belum pernah ada proyek dengan resiko sebesar Terowongan Gotthard yang menembus jauh ke dalam gunung.

Dahsyatnya Terowongan Gotthard

Pembangunan Terowongan yang menggali 25 juta ton batu, cukup untuk mengisi kereta barang dari Zurich sampai New York. Bahkan dengan jumlah batu yang sama 5 Piramida Besar di Mesir sesuai aslinya mampu dibuat. Sebegitu dahsyatnya Terowongan Gotthard ini membutuhkan waktu 20 tahun, sepanjang tahun 1996-2017.

Material batu yang bersisa dijadikan sebagai daerah lepas pantai untuk sekawanan burung di Danau Lucerne. Batuan sisa yang layak dan masih berkualitas digunakan kembali sebagai campuran beton yang melapisi terowongan.

Di terowongan Gotthard ini sepanjang 150 km terdiri dari dua lorong utama, yang masing-masing sepanjang 57 km. Selain itu, berkilometer—kilometer sumuran aksen, jalan darurat, saluran ventilasi, titik silang di bangun dengan ciamik. Sehingga ketika rel sedang diperbaiki, kereta dapat berpindah lorong.

Teknologi dalam Pembangunan Terowongan Gotthard

Dalam pembangunannya, Terowogan Gotthard menggunakan teknologi penggalian terkini dengan mesin merayap raksasa yang bernama “The Worm”. Mesin ini bekerja untuk meletakkan pipa drainase dan memasang beton bervolume mega besar.

Selain itu, terdapat empat mesin yang lebih kuat lain bernama “Tunnel Boring Machine”, TBM, yang berdiameter 10 meter. Setiap hari, mesin yang berbobot 2.700 ton ini mampu mengebor 20-25 meter batuan padat.

Selain itu mesin ini sekaligus memfungsikan diri untuk mengamankan terowongan yang baru digali dengan kawat baja, baut, dan beton semprot.

Penggalian Terowongan Gotthard

Jauh sedalam 2.4 kilometer batuan granit dan gneiss telah digali oleh para penambang di bagian terowongan yang berdada di selatan desa Sedrun dan terowongan bagian utara dari desa Faido setiap hari.

Penggalian yang ada harus dilakukan dengan upaya ekstra dan konvensional. Hal ini disebabkan TBM tidak mampu menembus sejengkal pun batuan. Penggalian dilakukan dengan cara peledakan dengan bom dan penggalian dengan mesin biasa untuk menopanganya.

Apabila tidak menggunakan cara konvensional seperti ini maka dibutuhkan waktu hampir seabad penuh. Sungguh tidak hemat waktu dan ekonomis dengan cara tersebut.

Keindahan Sekitar Terowongan Gotthard

Perjalanan melihat proyek di daerah penggalian desa Sedrun merupakan tantangan yang sangat menarik. Untuk mencapai perut Pegunungan Alpen, penambang membuat dua terowongan di dekat lereng gunung.

Belum cukup sampai disitu, sepasang sumur sedalam 800 meter dibuat -dua kali lipat tinggi dari Empire State Building- dan dipasangilah lift, satu untuk mengangkut peralatan berat, sedangkan satunya untuk mengangkut manusia serta material.

Perjalanan kemudian menjadi sangat mendebarkan, turun dengan lift berupa kerangkeng baja dengan angin melecut dan debu di sekeliling. Perjalanan menulusuri Terowongan Gotthard, seperti melihat lorong waktu, kita masuk kedalamnya. Sensasi begitu menakjubkan menjadi sensasi tersendiri ketika kita berada di dalamnya.

Terinspirasi oleh

  1. Gotthard Base Tunnel. 2017. https://en.wikipedia.org/wiki/Gotthard_Base_Tunnel
  2. Terowongan Ekstrem Alpen. 2017. http://nationalgeographic.co.id/fotografi/2011/03/terowongan-ekstrem-alpen
  3. Terowongan Terpanjang di Dunia di Dasar Kedalaman Alpen. 2016. http://www.kompasiana.com/syaifud_adidharta/terowongan-terpanjang-di-dunia-di-dasar-kedalaman-alpen_5500916da3331137725114c6
  4. Gotthard Base Tunnel: World’s longest and deepest passanger tunnel opens in December. 2016. http://www.traveller.com.au/gotthard-base-tunnel-switzerland-worlds-longest-and-deepest-passenger-tunnel-to-open-in-december-groj3l

Diceritakan kembali oleh:
Reza Prama Arviandi
15015041
Teknik Sipil ITB 2015
Untuk Majalah Cremona ITB 2017

Share on:
About Reza Prama Arviandi

A graduate student from the Department of Civil Engineering ITB who has a passion in the field of civil infrastructure, big data analysis, and community empowerment.

Leave a Comment