Menelaah PDKT dengan Konsep Schrodinger

Apa Itu Konsep Kucing Schrödinger?

Erwin Schrödinger di tahun 1935 memamerkan suatu konsep paradoks berupa eksperimen pikiran bernama Kucing Schrödinger. Eksperimen ini menggambarkan apa yang dilihatnya sebagai masalah interpretasi Kopenhagen mekanika kuantum yang diterapkan pada objek sehari-hari. “Kucing Schrödinger” berada dalam keadaan superposisi, yakni hidup dan mati bersamaan. Bagaimana bisa? Kemusykilan inilah yang menggambarkan fenomena fisika kuantum.

Menurut Intrepretasi Kopenhagen, pengamat menentukan keadaan sebuah zat dalam dunia kuantum. Bila tidak diamati maka suatu zat yang sangat kecil tidak memiliki keadaan sama sekali, tidak bergerak, tidak juga diam, tidak di atas, tidak juga di bawah, dst.

Schrodinger berbeda pendapat, menurutnya meskipun pengamat tidak memiliki pengetahuan mengenai sebuah zat tidak berarti zat tidak mempunya keadaan sama sekali. Menurutnya sebuah zat mempunyai keadaan yang merupakan superposisi dari sejumlah banyak keadaan yang mungkin. Secara ilmiah ini yang akhirnya dikenal sebagai superposisi kuantum.

Pusing? Sama bro.

Bagaiamana Aplikasi Konsep Kucing Schrödinger?

Tapi fenomena Kucing Schrodinger ternyata punya aplikasi sehari-hari yang lumayan tepat loh. Contoh, coba bayangkan ketika kita sedang senang kepada seseorang. Kita tentunya sama sekali tidak tahu toh keadaan hatinya? Sebagaimana kata pepatah dalamnya laut bisa diduga, dalamnya hati.

Konsep Kucing Schrödinger dalam PDKT

Secara garis besar ada dua jenis keadaan yang tegas:

  1. Dia tidak menaruh minat
  2. Dia juga senang sama kita

Kita hanya tahu ketika kita melakukan PDKT. Tentunya secara persis dalam kehidupan sehari-hari juga tidak hitam putih seperti di atas. Banyak pernak-pernik varian yang ada:

  1. Dia tidak menaruh minat (saat sekarang), tapi dia bisa berubah pikiran.
  2. Dia sedikit minat, tapi malu menunjukkannya
  3. Dia ada dalam perbatasan antara minat dan tidak
  4. Dia sebenarnya minat tapi ingin playing hard to get
  5. Dia terliat tidak minat, tapi sebenarnya ngebet dan menyiapkan skenario kejarlah daku kau kutangkap.
  6. Dia … dst.

Semua di atas, dalam Fisika Modern, disebut superposisi keadaan. Sebuah aksi ernama PDKT baru akan membuat keadaan menjadi lebih jelas dari berbagai peta kemungkinan di atas. Menariknya, aksi tersebut bahkan bisa merubah peta keadaan yang ada secara dinamis!

Kita jadi belajar dari Schrodinger. Tidak ada hitam putih dalam hidup ini, yang ada adalah superposisi dari berbagai kemungkinan yang banyak jumlahnya. Tindakan kita, apapun itu, bisa menentukan dan merubah keadaan yang ada sekarang dan di masa depan.

Sumber

Ditulis dari diskusi oleh Pak Agus Budiono

Share on:
About Reza Prama Arviandi

A graduate student from the Department of Civil Engineering ITB who has a passion in the field of civil infrastructure, big data analysis, and community empowerment.

Leave a Comment