Meningkatkan Kualitas Daya Saing dengan QVM (Quality Value Model)

Meningkatkan Kualitas Daya Saing dengan QVM (Quality Value Model) – Ramadan #15 – Ini series pertama mengenai meningkatkan kualitas daya saing dengan alat berupa QVM. Kita akan belajar bagaimana konsep QVM mampu menjadi pegangan dalam meningkatkan kualitas organisasi atau proyek kita.

Series ini bagian dari series Ramadan yang sedang giat saya tulis. Semoga banyak baiknya diterima. Silahkan sitasi apabila membutuhkan. Saya sertakan sumbernya di akhir series tulisan.

Meningkatkan Kualitas Daya Saing dan Globalisasi

Salah satu tantangan dalam globalisasi adalah daya saing, bukan hanya antar individu, namun meluas sampai ke industri dan negara. Hal ini menjadikan batasan ruang-ruang yang perlu dimenangkan menjadi meluas, tidak mengenal lagi ruang dimensional geografi bernama negara.

Semua orang sebagai individu aktif harus mempertaruhkan dirinya dan komunal disekitarnya untuk menjadi lebih maju juga menonjol dalam persaingan global. Oleh karena itu, diperlukan pengalaman-pengalaman, yang terserak belum terkumpulkan atau sudah mengkristal sebagai baris pengetahuan untuk menjadi senjata dalam pertaruhan global.

Meningkatkan Kualitas dengan Mengkristalkan Pengalaman

Pengalaman yang terkristal ini dalam konteks organisasi atau perusahaan dikenal sebagai Knowledge Management (KM). Pengalaman di masa lalu menjadi batu penadah yang tidak perlu diulangi.

Pengetahuan yang terkristal dalam KM akan menjadi bagian yang tersinergisasi dengan banyaknya data yang sudah diperoleh. Daya saing membutuhkan bukan hanya pengetahuan, namun juga nilai tambah dalam prosesnya.

Related:   Mengapa Jalan Tol Tidak Gratis Saja?

Nilai tambah yang ada haruslah adaptif terhadap berbagai kondisi yang terjadi. Dalam konteks organisasi atau perusahaan, nilai tambah harusnya menjadi pondasi dari pengetahuan yang menjadi KM perusahaan, bukan hanya menjadi sebuah barang yang akan di produksi.

Sinergisasi Information and Communication Technology (ICT) dan Knowledge Management (KM) untuk Meningkatkan Kualitas Daya Saing

Tekmologi yang hadir juga semakin cepat berkembang. Tentu kehadiran teknologi akan menjadikan banyak hal yang konvensional menjadi lebih cepat, lebih terorganisasi, dan lebih murah.

Kehadiran teknologi menjadi batu loncatan proses yang sebelumnya memerlukan pengulangan oleh manusia sudah bisa digantikan tugasnya lewat robot, mesin, atau perangkat lunak serta keras lainnya.

Kekurangan manusia yang bisa kehilangan fokus, tebatas kemampuan fisik, dan hidup sebagai makhluk yang kompleks bisa digantikan perannya oleh perangkat teknologi bernama information and communication technologies (ICT) yang lebih kuat dan bisa dikendalikan fungsinya.

Namun kelebihan manusia secara naluriah sebagai makhluk yang inovatif dan kreatif bisa menjadi gabungan senjata yang lebih optimal apabila mampu mengkolaborasikan dengan kelebihan yang dipunya dari perangkat ICT.

Hal ini yang harus disinergisasikan agar menjadi sebuah nilai tambah yang menguntungkan. Dalam konteks organisasi atau perusahaan, sinergisasi antara keduanya mampu menghasilkan sekumpulan nilai tambah yang akan meningkatkan daya saing.

Sehingga produk yang dihasilkan oleh subjek organisasi atau perusahaan mampur dihargai lebih mahal oleh pembeli.

Di pasar globalisasi kennyataan berbicara lain. Teori penandanaan menjelaskan bahwa pembeli akan membuat keputusan terhadap tawaran dari penjual berdasarkan dua dimensi objek pembanding.

Kedua objek tersebut adalah kemampuan pembeli untuk membayar dan seberapa besar tingkat penjualan. Ada tiga kecenderungan yang didapatkan dari perilaku pasar terkatit kasus ini.

Related:   Jadwal Penganggaran Pengadaan Barang Jasa Owner BUMN

Pertama, apabila harga yang ditawarkan penjual tidak bertambah maupun berkurang dan nilai tambah yang ada meningkat, maka kemampuan pembeli membayar dan tingkat penjualan akan naik.

Kedua, apabila harga yang ditawarkan penjual bertambah dan nilai tambah yang ada tidak bertambang maupun berkurang, maka kemampuan pembeli membayar dan tingkat penjualan akan menurun.

Ketiga, apabila harga yang ditawarkan penjual dan nilai tambah yang ada tidak bertambah maupun berkurang, maka kemampuan pembeli membayar dan tingkat penjualan juga akan tidak bertambah maupun berkurang.

Meningkatkan Daya Saing dengan Meningkatkan Kualitas

Salah satu permasalah dalam meningkatkan daya saing adalah bagaimana meningkatkan nilai tambah. Dalam konteks perusahaan nilai tambah yang dimaksud adalah peningkatan sifat internal yang membuat pembeli mau meningkatkan harga belinya kepada penjual.

Nilai tambah apabila sudah menjadi produk yang dikonsumsi pembeli dikenal sebagai kualitas. Contoh nyata terkait hal ini apabila kita membandingkan kualitas antara mobil mewah dan mobil biasa.

Keduanya memiliki perbedaan yang mencolok dalam hal kualitas. Perbedaan kualitas kemudian meningkatkan harga beli yang disanggupi oleh pembeli. Kualitas yang ditimbulkan dari sifat internal mobil mewah tercermin dalam sifat sekunder.

Sifat tersebut menjadikan kenyamanan, percepatan mesin mobil, dan tampilan mobil mewah lebih bernilai dari sekadar mobil biasa saja.

Solusi Quality Value Model (QVM) untuk Meningkatkan Kualitas Sehingga Mampu Bersaing dari Pasar Global

Sifat yang memunculkan kualitas adalah hasil dari berbagai faktor yang berhubungan dan saling mempengaruhi satu dengan yang lain. Contohnya apabila suatu produk bisa mempunyai sifat mudah untuk rusah, suhu panas yang sulit dikendalikan, dan perubahan warna yang tidak dikehendaki.

Berbagai sifat tersebut adlah hasil dari berbagai faktor dari sifat internal produk. Quality Value Model (QVM) menawarkan cara untuk menuyelesaikan masalah tersebut dengan pendekatan berbasis matematis.

Related:   Catatan Kecil Banjir Jakarta 2020

Ada dua model perhitungan yang digunakan. Pertama adalah dengan model deterministik dan yang kedua dengan probabilistik.

Pendekatan deterministik menekankan pada seberapa signifikan faktor pengaruh dan hubungan atribut yang termoderasi. Signifikansi dari faktor pengaruh di dapat dari hubungan terkait luasan daerah Paretto yang kita terima untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas.

Pengaruh hubungan atribut yang termoderasi disebabkan oleh variabel semacam suhu, tekanan, dan keandalan. Hasil terbaik yang bisa kita dapat dari QVM dengan pendekatan deterministik terjadi apabila kualitas optimal dapat dicapai ketika keseimbangan didapatkan dari daerah terkontrol yang sudah dibatasi dengan faktor yang termoderasi.

Pendekatan probabilistik dalam QVM menekankan pada nilai probabilitas dari, tingkat rendah dan tingginya pengaruh dari berbagai faktor yang dianalisis terhadap kualitas biaya (keuntungan), mutu (kualitas), dan waktu (durasi produksi) yang dihasilkan.

Pendekatan probabilistik ini juga menawarkan perhitungan sensitivitas faktor pengaruh terhadap kualitas yang ingin dihasillkan. Sehingga dengan data yang ada didapatkan hasil yang paling optimum yang berpengaruh terhadap kualitas.

Konsep QVM akhirnya mampu menjadi jawaban individu, bahkan organisasi atau perusahaan untuk merencanakan meningkatkan kualitas, sehingga mampu bersaing di pasar global, dan beradaptasi terhadap segala perubahan yang ada.

Referensi

  1. M.A. Berawi, (2004), “Quality revolution: leading the innovation and competitive advantages“, International Journal of Quality & Reliability Management, Vol. 21 Iss 4 pp. 425 – 438

Share on:
About Reza Prama Arviandi

A graduate student from the Department of Civil Engineering ITB who has a passion in the field of civil infrastructure, big data analysis, and community empowerment.

Leave a Comment