Ngobrol Ringan Kastrat HMTM Patra x HMS ITB

Konsolidasi dengan Patra dilakukan pada tanggal 10 Februari 2018 jam 07.00-07.58. Konsolidasi ini berupa ngobrol santai dengan Ketua Departemen Kajian dan Aksi Strategis Patra 2017, Khairullah, TM 2014. Fakta pertama yang kami ketahui bahwa Patra mempunyai dua depatrtemen kajian yaitu Kajian Energi, seperti departemen keilmuan di himpunan lain, serta Kajian dan Aksi Strategis yang dipimpin Bang Khai ini. Kepungurusan Patra baru akan turun sama dengan HMS yaitu akhir Februari dan melantik pengurus baru setelah UAS.

Nilai yang dibawa oleh Kastrat Patra 2017 yaitu membaca, menulis, berdiskusi. Hal tersebut termanifestasi dengan penurunan nilai ke anggota berupa seruan untuk membaca 1 buku setiap bulan dan menulis resume buku tersebut, serta menulis 1 isu actual yang dibawa oleh Kastrat Patra atau isu lain untuk kemudian di kumpulkan dalam 1 arsip di akhir kepengurusan. Hal unik yang dilakukan Patra untuk Kastrat ini salah satunya yaitu tidak membuat roadmap isu untuk setahun kepengurusan, hal ini dilakukan karena ke-hype-an suatu isu merasa tidak bisa di capai kalua membuat roadmap isu yang saklek atau formal.

Kastart Patra mempunyai 5 proker utama sebagai garda terdepan tools metode mereka mencapai tujuan yaitu pertama yaitu kopsor alias kopi sore, kedua yaitu seminar kastrat, ketiga yaitu majalah kastrat keempat yaitu lomba menulis, terakhir yaitu pernyataan sikap yang tentatif. Kelima proker ini berjalan lanca ditunjang oleh budaya Patra yang telah mengakar kuat, salah satu yaitu PEM, Patra Energy Moment. PEM adalah suatu kegiatan dimana massa Patra mendiskusikan 10 menit suatu isu yang dipimpin oleh ketua atau pemimpinnya, kemudian menuliskan hal yang penting dari bahasan tersbut selama 5 menit. Sebuah budaya yang baik untuk komunal seperti himpunan, piker saya.

Proker pertama Patra berupa kopsor atau kopi sore dilaksanakan setiap minggunya dengan bahasan yang dibuat berdasarkan isu bulan ini. Untuk kehadiran di kopsor yang merupakan acara internal mencapai kurang lebih 25 orang.

Proker kedua Patra berupa seminar dilaksanaan setahun dalam kepengurusan. Tahun 2017 terlaksana pada bulan November 2017 dan mengambil tema tentang Korupsi di bidang Perminyakan. Seminar ini turut mengundang 3 pihak bersangkutan yaitu regulator atau pemerintah, dosen sebagai pendidik perguruan tinggi dan terlibat dalam proyek perminyakan di lapangan, serta pemain dalam industri perminyakan dari alumni Patra sendiri. Konsep acara semi kajian dengan menyentuhkan nilai keprofesian dan keilmuan minyak bermain disini. Ada isu korupsi dan itu terjadi di industri perminyakan yang kompleks, jadilah suatu seminar yang bisa mengundang banyak massa Patra maupun massa himpunan lainnya.

Proker ketiga Patra yaitu Majalah Kastrat. Majalah Kastrat memuat seluruh tulisan yang pernah dibuat oleh Kastrat Patra dalam setahun kepengurusannya. Rencananya bakal terbit diakhir Februari atau Maret. Seluruh tulisan yang terhimpun setiap bulan dari setiap anggota Kastrat terbukukan dalam satu majalah yang apik. Sebuah upaya baik untuk mengapresiasi usaha dari setiap anggota dalam setahun kepengurusan.

Proker keempat yaitu Lomba Menulis. Lomba ini rencana diadakan di akhir Februari untuk tutuk tutup kepengurusan. Lomba ini diadakan untuk membuat hype Kastrat Patra, sesuai dengan tujuan lain Kastrat Patra yang belum disebutkan diawal yaitu untuk mengikat anggota untuk terus panas dan aktif maka salah satu metode yang dilakukan yaitu membuat prestise Departemen Kastrat Patra itu sendiri. Selain itu untuk membuka kesempatan berpikir kritis masa kampus dengan menuliskan kegelisahan sesuai topik yang ada.

Proker terakhir yaitu pernyataan sikap terhadap suatu isu yang besar. Hal ini dilakukan tentatif tergantung seberapa besar tingkat kepentingan.isu tersebut menurut internal Kastrat Patra. Sepanjang kepungurusan kastrat Patra 2017 belum ada isu yang sungguh penting untuk diberikan pernyataan sikap. Hal ini berbeda dengan kepungurusan di tahun 2016, yang berhasil mengeluarkan satu pernyataan sikap berkaitan dengan isu BBM naik. Pada saat yang sama memang saat itu KM ITB sedang mengampu koordinato bidang energi di BEM SI. Sehingga secara tidak langsung Kastrat Patra sebagai garda terdepan pengembang isu tersebut.

Dokumentasi kecil kami

459572
Reza Prama (HMS) – Khairullah (HMTM Patra) – Zakialda (HMS)

Sedikit diskusi di pojok sekre HMS

107483
Mencontoh yang baik, membuang yang buruk

Share on:
About Reza Prama Arviandi

A graduate student from the Department of Civil Engineering ITB who has a passion in the field of civil infrastructure, big data analysis, and community empowerment.

Leave a Comment