Pemasangan U-Ditch Tanpa Forklift atau Crane

Ceritanya medio Juni sampai sebelum kuliah Agustus kemarin saya lagi ikut magang di kontraktor swasta untuk proyek gedung di kabupaten Banyuwangi. Disini saya yang punya pengalaman dan ilmu nol besar diuji banyak permasalahan riil di lapangan. Akademik saya yang nggak bagus amat dibanding teman sejurusan membuat saya lebih berani menggunakan insting tanpa melupakan analitis.

Permasalahan

Salah satu permasalahan yang saya saat itu yaitu pemasangan U-Ditch yang punya berat 400-500 ton ke parit yang sudah digali dan dibersihkan sebelumnya. Permasalahan yang cukup pelik lainnya yaitu pemasangan U-Ditch yang biasanya dilakukan oleh forklift atau crane ternyata perhitungan uang dan pelaksanaannya belum dihitung secara mendetail. Padahal, bagi saya yang magang dan ikut menghitung time schedule pelaksanaan proyek pemasangan U-Ditch ini menambah sekitar 8an % progress. Cukup lumayan dengan metode pelaksanaan proyek yang harusnya jelas.

Selain permasalahan yang sudah saya sebutkan sebelumnya, ruang sekitar proyek, waktu dan dana yang terbatas membuat saya dan tim di lapangan yang ada harus memutar otak untuk mendapat solusi praktis dan tentunya cepat serta aman.

Dimensi dari bangunan yang baru di bangun dari bekas rumah dinas ini juga sangat kurang menyakinkan kalau forklif atau crane masuk lewat samping:

1. Lebar di timur bangunan gedung cuma +-3m, saya ambil dari sketch up

2. Lebar di barat bangunan gedung cuma +-3m juga, saya ambil dari sketch up

Dimensi dan harga forklift atau crane sewa sehari sendiri ketika dulu saya search di google kurang ekonomis untuk ditambahkan di COO (tambah kurang volume) dan dirapatkan dengan para bos yaitu

Related:   Sejarah Singkat Revolusi Dunia Kontrak Pintar Sampai dengan Hashgraph

1. Dimensi forklift

tuh dimensinya kayak gitu, atau kayak di bawah ini

2. Harga Sewa Forklift Mahal

3. Dimensi Crane

4. Sewa Crane Per hari

Harga sewa perharinya crane juga bikin menangos

Oleh karena itu tiba-tiba saya punya ide yaitu membuat semacam klutuk (bahasa jawa) atau semacam derek sederhana dari barang yang ada atau lebih murah.

Pertama yang saya harus persiapkan yaitu dengan roda apa saya harus bawa U-Ditch seberat hampir setengah ton. Saya melihat mobil diluar dan ingat kalau beban hidup yang mampu ditanggung mobil penumpang biasa bisa hampir 3 ton. Insting saya mengatakan kalau pakai ban dan pelek mobil bekas bisa. Saya coba ke utara, dekat daerah karangasem Banyuwangi mencari hal tersebut. Akhirnya saya dapat barang yang saya cari, dengan harga 400an ribu. Saya pikir bahan lain di proyek bisa dimanfaatkan seperti kayu dan besi bekas untuk buat macam derek atau klutuk yang saya maksud.

Share on:
About Reza Prama Arviandi

A graduate student from the Department of Civil Engineering ITB who has a passion in the field of civil infrastructure, big data analysis, and community empowerment.

Leave a Comment