Pendidikan?

Menurut John Dewey (1961), pendidikan adalah proses pembaharuan makna dari pengalaman. Melihat definisi dari John Dewey, beliau memusatkan pemikirannya terhadap hal yang bersifat pragmatis. Pemikirannya mengambil sudut pandang bahwa pendidikan haruslah dimaknai sebagai proses yang turun temurun, segala hal yang ditemukan oleh manusia sekarang bersumber dari hal yang dilakukan manusia di masa lalu.

Latar belakang

Namun, pendefinisian hal tersebut sangatlah sulit. Banyaknya stigma negatif dan pesimisme terhadap pendidikan itu sendiri menyebabkan pendidikan kehilangan rohnya. Hal tersebut tercermin dari rendahnya kualitas dan kuantitas pendidikan di beberapa belahan dunia. Padahal menurut Freire (1968), pendidikan harusnya menjadi sebuah proses yang menyenangkan dan dihayati lebih oleh setiap individu. Pada kondisi ideal pendidikan adalah bagian tidak terpisahkan dari manusia.

Konteks di Indonesia

Di Indonesia penddikan belum menjadi prioritas dan kepentingan masyarakat. Hal ini tercermin dari survei yang dilakukan oleh UNESCO (2015) terhadap 14 negara Asia Pasifik dan oleh PISA (2015) terhadap 65 negara di dunia. Hasil yang didapat cukup mengecewakan karena peringkat Indonesia ketika dibandingkan dengan negara lain ternyata cukup jauh. Indonesia ada di peringkat 10 dan 58 dari kedua survei tersebut. Indikasi hasil tersebut sebenarnya sudah cukup sering kita temui dalam berbagai aktivitas seperti masalah klasik belum meratanya pendidikan, rendahnya kualitas guru, dan tmasih tingginya biaya untuk pendidikan.

Pandangan lain permasalahan pendidikan

Salah satu hal fundamental yang sering kita lupa bahwa pandangan kita ketika melihat pendidikan itu harusnya kita perbaiki dahulu. Pendidikan sebagai proses belajar seumur hidup harus dimaknai sedalam mungkin lewat berbagai pemikiran yang bersih dan mendalam. Segala rasa pesimisme bahwa setiap individu seperti ditakdirkan untuk hidup dalam keadaan yang statis seperti ini terus haruslah digerus. Setiap individu yang berada di lingkungan pendidikan haruslah percaya bahwa keadaan buruk yang menerpa saat ini akan bisa bertumbuh kembang ke arah yang lebih baik apabila disertai kemauan untuk berubah menuju arah yang lebih baik. Usaha untuk menyebarkan virus positif merubah sudut pandang pendidikan menjadi lebih baik salah satunya bisa lewat usaha saling menginspirasi dan berbagi informasi pendidikan terbaru.

Oase

Usaha tersebut nyatanya telah dilakukan oleh mahasiswa ITB sejak 2012 lewat gerakan Aku Masuk ITB. Hal tersebut dilaksanakan sebagai tanggung jawab moral, empati, serta panggilan jiwa karena telah mendapat kesempatan untuk mendapat nikmat pendidikan di tingkat tinggi. Aku Masuk ITB awalnya merupakan langkah masif yang dilakukan untuk menyebarkan virus berkuliah di ITB.Namun visi tersebut berbelok menjadi virus untuk menyebarkan semangat belajar sampai ke perguruan tinggi. Langkah mahasiswa ITB saat itu kemudian diikuti oleh perguruan tinggi besar yang lain di Indonesia. Hal tersebut tentunya berdampak masif kepada individu-individu, khususnya individu yang kurang mendapat informasi dan kesempatan lebih berkuliah di perguruan tinggi.

Konsep Desiminasi Khusus AMI 2017

Konsep Desiminasi Khusus AMI 2017 yaitu melakukan penyebaran informasi dan penanaman urgensi pendidikan tinggi ke daerah “tertinggal” dan angka partisipasi perguruan tingginya masih rendah. Untuk berkontribusi mengatasi hal tersebut Desiminasi Khusus AMI 2017 melakukan kegiatan dengan berkunjung ke sekolah dan berbagi inspirasi untuk menyebarkan informasi serta menanamkan urgensi pendidikan tinggi ke daerah yang dipilih.

Pandangan lain konsep Desiminasi Khusus AMI 2017

Pandangan lain dari saya untuk Desiminasi Khusus AMI 2017 yaitu mampu berbuat sedikit hal untuk memberikan sudut pandang lain tentang hal yang fundamental berkenaan dengan pendidikan. Sedikit pengalaman dari saya pribadi salah satu mental yang buruk dari masyarakat daerah terluar, saya mengganggap terluar bukan tertinggal karena sebenarnya mereka bukan tertinggal, tetapi ditinggalkan, yaitu menganggap bahwa hal yang mereka terima saat ini seperti tidak bisa dirubah. Mereka pasrah dengan keadaan mereka saat ini. Padahal, apabila mental untuk percaya dan optimis bahwa apa yang akan mereka dapatkan di masa depan tentunya dengan pendidikan mampu merubah kehidupan mereka menjadi lebih baik, maka bayangkan berapa individu yang bisa kita bantu untuk merubah masa depannya.

Alasan bergabung Desiminasi Khusus AMI 2017

Kehadiran saya untuk mengikuti ajang seleksi anggota Desiminasi Khusus AMI 2017 ini disebabkan keinginan kuat untuk berbagi inspirasi, cerita, dan pandangan dengan teman-teman terbaik yang belum pernah saya temui di luar sana. Kemungkinan besar saya akan banyak belajar untuk memahami dan merasakan energi luar biasa dari teman-teman. Saya berharap banyak untuk menularkan semangat teman-teman di daerah terluar untuk saya salurkan ke teman-teman daerah saya tentang semangat belajar dan hidup.

Referensi Buku

1. Dewey, John. 1916. Democracy and Education. English: Macmillan.
2. Freire, Paulo. 2007. Pedagogy of Opressed. New York: Contiinuum.

Referensi Web

1. http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2012/11/121127_education_ranks.shtml diakses pada pukul 19.50 tanggal 24 Oktober 2016
2. http://litbang.kemdikbud.go.id/index.php/survei-internasional-pisa diakses pada pukul 19.52 tanggal 24 Oktober 2016


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *