Pengadaan Barang Jasa Owner BUMN

Pengadaan Barang Jasa Owner BUMN – Ramadan #22 – Ini series pertama mengenai bagaimana proses pengadaan barang dan jasa dalam perspektif owner BUMN. Hal-hal apa yang perlu diperhatikan dan apa saja yang menjadi perhatian, mari kita diskusikan bersama.

Series ini bagian dari series Ramadan yang sedan giat saya tulis. Semoga banyak baiknya diterima. Silahkan sitasi apabila membutuhkan. Saya sertakan sumbernya di akhir series tulisan.

Pengadaan Barang Jasa Owner BUMN

Pengadaan barang dan jasa merupakan salah satu alat untuk menggerakkan roda perekonomian. Salah satu satu proses penting dari keseluruhan proses pengadaaan barang dan jasa adalah perencanaan pengadaan barang dan jasa.

Perencanaan pengadaan barang dan jasa merupakan proses merencanakan jenis barang dan jasa melalui spesifikasi teknis atau kerangka acuan kerja serta bagaimana pengadaan tersebut akan dilakukan.

Kegiatan Pengadaan Barang Jasa Owner BUMN

Kegiatan perencanaan pengadaan barang dan jasa dimulai dari identifikasi kebutuhan, penetapan barang dan jasa, cara pengadaan, jadwal pengadaan serta penganggaran pengadaan.

Perencanaan pengadaan barang dan jasa yang ekonomis, efisien dan efektif dapat menghemat waktu dan biaya serta dapat memudahkan organisasi dalam mencapai tujuan organisasi serta meningkatkan kepatuhan terhadap aturan pengadaan yang berlaku.

Tujuam Pengadaan Barang Jasa Owner BUMN

Tujuan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa dapat tercapai apabila dilakukan dengan perencanaan yang baik. Pemahaman yang memadai terhadap konsep dan manfaat perencanaan pengadaan barang dan jasa akan membantu pelaksana pengadaan dalam menjalankan pekerjaannya secara efektif serta memudahkan implementasi rencana pengadaan.

Related:   Data Terbuka Kebijakan Pemerintah: Eropa

Selain itu, adanya perencanaan pengadaan barang dan jasa diharapkan dapat memberikan indikator terukur terkait ruang lingkup, biaya, kualitas, risiko dan jadwal pengadaan barang dan jasa.

Definisi Pengadaan Barang Jasa Owner BUMN

Menurut Marbun (2010), pengadaan barang dan jasa adalah upaya untuk mendapatkan barang dan jasa yang diinginkan, yang dilakukan atas dasar pemikiran yang logis dan sistematis (the system of thought), dengan mengikuti norma dan etika yang berlaku serta berdasarkan metode dan proses pengadaan yang baku.

Sedangkan menurut Novitaningrum (2014), pengadaan barang dan jasa adalah kegiatan untuk mendapatkan barang dan jasa secara transparan, efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan dan keinginan penggunanya.

Dengan demikian, pengadaan barang dan jasa dapat didefinisikan sebagai proses untuk mendapatkan atau mewujudkan barang dan jasa yang diinginkan berdasarkan peraturan yang berlaku, dalam kualitas dan kuantitas yang tepat serta dilakukan dengan cara dan waktu tertentu oleh pihak yang memiliki keahlian dalam melakukan proses pengadaan barang dan jasa.

Aspek Tujuan Pengadaan Barang Jasa Owner BUMN

Tujuan pengadaan barang dan jasa adalah untuk menghasilkan barang dan jasa yang tepat dari setiap uang yang dibelanjakan (value for money), ditinjau mulai dari aspek:

  • Kualitas, sesuai kebutuhan dan spesifikasi atau karakteristik dari barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan dan keinginan pengguna.
  • Jumlah, sesuai kebutuhan volume barang dan jasa yang diperlukan.
  • Waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan pengadaan.
  • Biaya yang kompetitif.
  • Lokasi dimana barang dan jasa digunakan.
  • Penyedia, kualifikasi atau persyaratan administrasi dan teknis penyedia barang dan jasa.

Prinsip Etika Pengadaan Barang Jasa Owner BUMN

Pengadaan barang dan jasa yang dilakukan oleh organisasi perlu mengikuti prinsip dan etika serta berdasarkan metode dan proses pengadaan yang berlaku. Prinsip dan etika pengadaan barang dan jasa menjadi suatu norma atau kaedah hukum yang apabila dilanggar memiliki sanksi sesuai dengan peraturan perundangundangan, peraturan perusahaan dan peraturan terkait lainnya yang berlaku.

Related:   Rekontruksi: Gempa

Selain itu, pelanggaran terhadap prinsip dan etika pengadaan barang dan jasa dapat membuat tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi menjadi tidak tercapai.

Dengan menjunjung tinggi prinsip dan etika sesuai dengan peraturan perundangundangan, peraturan perusahaan, dan peraturan terkait lainnya, diharapkan dapat membuat proses pengadaan barang dan jasa berlangsung dengan baik.

Prinsip Pengadaan Barang Jasa Owner BUMN

Menurut Marbun (dalam Isdiantika, 2013), prinsip-prinsip pengadaan barang dan jasa yaitu dipraktikan secara internasional, efisiensi, efektifitas, persaingan sehat, keterbukaan, transparasi serta tidak diskriminatif.

Etika Pengadaan Barang Jasa Owner BUMN

Secara normatif, prinsip pengadaan barang dan jasa diantaranya meliputi prinsip efisien, efektif, kompetitif, transparan, adil dan wajar, keterbukaan serta akuntabel. Sedangkan etika pengadaan barang dan jasa yang berlaku secara umum yaitu:

  • Melaksanakan tugas secara tertib disertai dengan rasa tanggung-jawab untuk mencapai sasaran, kelancaran dan ketepatan tujuan pengadaan barang dan jasa.
  • Bekerja secara professional, mandiri dan menjaga kerahasiaan informasi yang menurut sifatnya harus dirahasiakan untuk mencegah penyimpangan pengadaan barang dan jasa.
  • Tidak saling mempengaruhi, baik langsung maupun tidak langsung yang berakibat persaingan usaha tidak sehat.
  • Menerima dan bertanggung-jawab atas segala keputusan yang ditetapkan sesuai dengan kesepakatan tertulis pihak terkait.
  • Menghindari dan mencegah terjadinya pertentangan kepentingan pihak yang terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung yang berakibat persaingan usaha yang tidak sehat.
  • Menghindari dan mencegah pemborosan dan kebocoran keuangan perusahaan.
  • Menghindari dan mencegah penyalahgunaan wewenang dan/atau kolusi.
  • Tidak menerima, tidak menawarkan atau tidak menjanjikan untuk memberikan atau menerima hadiah, imbalan, komisi, rabat dan apapun dari atau kepada siapapun yang diketahui atau patut diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa.
Related:   Manajemen Risiko Kebencanaan: Paradigma Baru Perencanaan =
Share on:
About Reza Prama Arviandi

A graduate student from the Department of Civil Engineering ITB who has a passion in the field of civil infrastructure, big data analysis, and community empowerment.

Leave a Comment