Pengantar Diskusi Cita-Cita Utopia dan Ideologi

Apa yang dimaksud dengan Ideologi? Apa yang dimaksud dengan Utopia? Mengapa dua kata ini sering dikait-kaitkan? Negasi apa yang memisahkan keduanya?

Mengenal Karl Mannheim dan Magnum Opusnya, Ideology and Utopia

Sebelum memahami keduanya, perlu diketahui bahwa pengantar diskusi tentang Utopia dan Ideologi ini mengambil referensi magnum opus dari Karl Mannheim, lewat bukunya, Ideology and Utopia (1929/1936). Mannheim sendiri dianggap sebagai the father of sociology of knowledge.

Memaknai Konsep Utopia dan Ideologi

Konsep Utopia dan Ideologi di masa sekarang sangatlah tumpang tindih ketika kebanyakan dari kita memaknainya. Contohnya saat ini kita seringkali bilang bahwa ideologi itu terkait dengan value, nilai, keyakinan, perangkat, dan metode untuk mencapai tujuan.

Sedangkan Utopia akan didefinisikan oleh sebagian orang terkait dengan sesuatu yang mustahil, tidak masuk akal, dan tidak mungkin. Padahal mungkin saja definisinya akan seperti itu. Namun tidak terlalu tepat sebenarnya.

Alasan Mannheim Membandingkan Utopia dan Ideologi

Mengapa Mannheim mensejajarkan antara Utopia dan Ideologi? Karena dua hal ini seperti dua sisi mata uang. Ketika kita berbicara tentang ideologi yang berkaitan dengan keyakinan. Tetapi ada pandangan yang berusaha melemahkan keyakinan tersebut. 

Ketika kita berbicara tentang ideologi, ranah yang kita bicarakan pastilah ranah politik. Ranah dimana pengaruh satu dan pengaruh satu yang lain bertarung. 

Apabila anda seorang Marxist, seorang yang kiri, pasti anda akan sangat percaya dengan ide bahwa adanya classless society, adanya perjuangan kaum proletarian.

Apabila anda seorang Liberalist, seorang yang kanan, anda akan sangat percaya dengan ide tentang individual freedom, capital accumulation, invisible hand.

Mendebatkan Utopia dan Ideologi lewat Pertentangan Liberalis dan Marxist

Liberalis dan Marxist adalah dua konsep yang sangat berseberangan dan memiliki keyakinan masing-masing. Tapi seorang Marxist akan bilang apabila adanya individual freedom itu akan memudahkan dan membuka kesempatan bagi seorang kapitalis mengakumulasi modalnya. Dari situlah akar-akar ketimpangan kita semua berasal.

Menurut Liberalist kanan, bagaimana cara semua hal bisa dikelola secara kolektif? Hal ini tidaklah mungkin bahwa orang akan sejahtera dengan cara tersebut. Kalau seseorang adalah yang terbaik potensinya, maka dia harusnya berhak atas apapun yang dia ingin capai atau raih.

Negasi yang terjadi antara diskusi pendapat seorang Liberalist dan Marxist inilah yang dianggap sebagai Utopia.

Ketika seorang Marxist akan berbicara bahwa kepemilikan individu tidak akan menjadi akar ketimpangan. Atau seorang Liberalist akan berbicara bahwa kepemilikan kolektif akan menutup potensi manusia untuk mencapai hal terbaik yang bisa mereka raih.

Jadi bisa diambil sedikit awal kesimpulan, ada Utopia ada juga Ideologi atau keyakinan.

Contoh Studi Kasus di Indonesia

Contoh di Indonesia ini mungkin bukan dari dua Idelogi yang saling bertabrakan. Kalau terjadi oleh dua Ideologi yang berseberangan, pastilah sudah sangat lama perdebatan ini terjadi. Perdebatan yang menjadi contoh ini sebenarnya terjadi di spektrum politik Ideologi yang hampir sama.

SoetanSjahrir
Sutan Sjahrir by Wikipedia

Kritik Sutan Sjahrir terhadap Uni Soviet

Di tahun 1953, dilaksanakan Konferensi Sosialis Asia pertama. Ketika itu Indonesia mendelegasikan Sutan Sjahrir sebagai perwakilan yang datang. Sjahrir berbicara serta mengkritik keras rezim Uni Soviet, dimana Uni Soviet saat itu juga menggunakan Ideologi Komunis Sosialis. Sedangkan, Sutan Sjahrir sendiri adalah tokoh sosialis di Indonesia.

Internasionalisme Bagi Sjahrir

Bagi Sjahrir, Internasionalisme yang diyakini oleh Sosialisme dan Marxisme itu adalah sebuah upaya menggalang solidaritas dari kaum pekerja dan kaum proletariat. Kaum pekerja ini dicontohkan memperjuangkan haknya untuk menguasai faktor produksi. Sumber daya yang dibutuhkan untuk menjalankan proses produksi. 

Itu yang diyakini oleh Sjahrir. Bagaimana kita bisa menggalang solidaritas dari kaum pekerja di seluruh dunia untuk menguasai faktor produksi dan kita saling bantu-membantu diantara berbagai macam negara. Sehingga suatu saat akan ada proletariat dictatorship yang dibangun atas basis faktor produksi. Inilah sekali lagi Ideologi Sosialis yang diyakini dan dimaknai oleh Sjahrir terhadap pemikiran Marxisme.

Internasionalisme Bagi Uni Soviet

Di sisi lain metode yang digunakan oleh Uni Soviet ketika itu adalah menggunakan kekuatan militeristik untuk menaklukan daerah sekitarnya. Uni Soviet kita tahu adalah sebuah negara yang sangat luas dan besar, sebelum runtuh rezim saat itu. Kemudian menjadi berpecah-pecah dalam negara-negara kecil. Negara kecil inilah ditaklukan oleh rezim Uni Soviet ketika zaman itu dengan kekuatan militeristik.

Bagi Sjahrir, ini bukanlah Internasionalisme. Ini adalah sebuah penjajahan gaya baru. Ini mencabut kemerdekaan dan kebebasan dari sebuah bangsa. Hal ini sangat bertentangan dan tidak sesuai dengan cita-cita UUD NKRI 1945. Hal ini juga bertabrakan dengan Ideologi Sosialisme dan Marxisme yang diyakini oleh Sutan Sjahrir.

Keren juga ya gaes perdebatan elit-elit kita di zaman dahulu, hehe. Zaman sekarang malah cuma cebong kampret-cebong kampret yang sangat gak jelas. Menarik sekali.

Inilah Utopia Bagi Rezim Uni Soviet

Di sisi lain rezim Uni Soviet mengatakan bahwa metode yang diyakini oleh Sjahrir itu adalah Utopia. Mengapa? Pakai instrumen apalagi Ideologi Sosialisme Marxisme ini dapat disebarkan, dapat memberi pengaruh. Ketika rezim Sosialisme berdiri memegang negara dia akan dianggap lazim menggunakan instrumen kohersifnya. Dianggap lazim menggunakan militernya untuk memperluas pengaruh dari Sosialisme dan Marxisme ini.

Dilematisasi yang terjadi, menurut Sjahrir, Uni Soviet okelah bisa menggunakan kekuatan kohersif yang dimiliki negara berupa militer, senjata, dan tank. Tetapi itu juga bertentangan dengan prinsip kemerdekaan yang juga menjadi dasar dari gagasan Sosialisme dan Marxisme.

Kesimpulan dari Utopia dan Ideologi

Ideologi adalah perangkat keyakinan dan metode untuk mencapai sebuah tujuan. Sementara Utopia adalah sebuah negasi dari keyakinan-keyakinan yang dibangun dari ideologycal system.

Mengambil diskusi dari Bang Arie, Total Politik. Nuhun Bang.

Share on:
About Reza Prama Arviandi

A graduate student from the Department of Civil Engineering ITB who has a passion in the field of civil infrastructure, big data analysis, and community empowerment.

Leave a Comment

1 thought on “Pengantar Diskusi Cita-Cita Utopia dan Ideologi”