Gambaran Umum Wilayah

Angka Harapan Hidup

Gambar. Angka Harapan Hidup (AHH) Kabupaten Majalengka Tahun 2008-2017
Gambar. Angka Harapan Hidup (AHH) Kabupaten Majalengka Tahun 2008-2017

Pada tahun 2016-2017 secara umum AHH penduduk Kabupaten Majalengka mengalami peningkatan dari 69,22 tahun menjadi 69,39. Dalam 1 tahun terjadi peningkatan AHH sebanyak 0,17. Peningkatan tersebut cukup signifikan dan berpengaruh dalam pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Majalengka.

Aksesibilitas Aman Air Minum

Jumlah penduduk di Kabupaten Majalengka sampai dengan tahun 2017 yang mempunyai akses air minum yang berkualitas sebanyak 800.661 jiwa (67,07%).

Aksesibilitas Sanitasi Yang  Layak

Sebagian besar penduduk di Kabupaten Majalengka sampai dengan tahun 2017 dengan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak (jamban sehat) sebanyak 724.929 orang atau sebesar 60,73%.

Populasi Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

Berdasarkan data Persentase Penduduk Miskin Provinsi Jawa Barat, diketahui bahwa tingkat penganggguran Kabupaten Majalengka dalam konstelasi regional Provinsi Jawa Barat menempati posisi ke 5, artinya Kabupaten Majalengka berada dalam posisi ke 23 dengan tingkat pengangguran terendah dari 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat, yaitu sebesar 12,85%.

Indeks Pembangunan Manusia

Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Jawa Barat tahun 2017, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Majalengka dalam konstelasi regional Provinsi Jawa Barat menempati posisi ke 11 dari 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat, yaitu sebesar 65,92%.

Jumlah Kunjungan Wisatawan

Gambar. Grafik Jumlah Kunjungan Wisatawan Kabupaten Majalengka Tahun 2015-2017
Gambar. Grafik Jumlah Kunjungan Wisatawan Kabupaten Majalengka Tahun 2015-2017

Jumlah penginapan yang tersedia di kabupaten Majalengka pada tahun 2017 sebanyak 15 hotel melati atau non bintang dengan jumlah kamar yang tersedia sebanyak 401 kamar. Jika dilihat berdasarkan tingkat hunian kamar pada tahun 2017 hanya sebesar 32,07 persen. Dengan angka tersebut tingkat penghunian kamar hotel di Kabupaten Majalengka masih relatif rendah, dan jika dilihat dari rata-rata lama menginap juga hanya mencapai 1 hari saja.

Demikian pula dengan jumlah pengunjung objek wisata pada tahun 2015-2016 masih sedikit. Namun seiring dengan program prioritas pembangunan pemerintah di bidang pariwisata, pada tahun 2017 terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisata yang sangat signifikan yaitu mencapai 650.880 kunjungan. Kondisi ini menggambarkan semakin diminatinya Objek Daya Tarik Wisata di Majalengka.

Angka Pengangguran

Berdasarkan data tingkat pengangguran terbuka Provinsi Jawa Barat tahun 2017, tingkat penganggguran Kabupaten Majalengka dalam konstelasi regional Provinsi Jawa Barat menempati posisi ke 25 yang berarti berada dalam peringkat ke 3 dengan tingkat pengangguran terendah dari 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat, yaitu sebesar 5,02%.

Pertumbuhan Ekonomi

Berdasarkan tabel data laju pertumbuhan PDRB Provinsi Jawa Barat tahun 2017, dalam konstelasi regional Provinsi Jawa Barat,  persentase laju pertumbuhan PDRB Kabupaten Majalengka menempati posisi ke 2 tertinggi setelah Kota Bandung dari 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat, yaitu sebesar 6,81%.

Tingkat Kemiskinan

Berdasarkan data jumlah dan tingkat kemiskinan dari BPS Kabupaten Majalengka, banyaknya jumlah penduduk miskin Kabupaten Majalengka tahun 2018 sebanyak 129.290 ribu penduduk dan besarnya persentase penduduk miskin 10,79%.

Tingkat Gini Ratio

Grafik. Tingkat Gini Ratio.
Grafik. Tingkat Gini Ratio.

Pendapatan Per Kapita

Gambar. Grafik Produk Domestik Regional Bruto dan PDRB Perkapita Kabupaten Majalengka 2014-2018
Gambar. Grafik Produk Domestik Regional Bruto dan PDRB Perkapita Kabupaten Majalengka 2014-2018

Nilai PDRB per kapita Majalengka atas dasar harga berlaku sejak tahun 2014 hingga 2018 senantiasa mengalami kenaikan. Pada tahun 2014, PDRB per kapita tercatat sebesar 16.32 jutra rupiah. Secara nominal terus mengalami kenaikan hingga tahun 2018 mencapai 23.29 juta rupiah (lihat tabel dibawah). Kenaikan angka PDRB per kapita yang cukup tinggi ini disebabkan masih dipegaruhi oleh faktor inflasi.

KEBIJAKAN TERKAIT

Renstra Teknokratik PUPR 2020 – 2024

Pada Bab IV Target Kinerja dan Kerangka Pendanaan, dalam Bidang Bina Marga terdapat Proyek Prioritas berupa Pembangunan akses Jalan mendukung simpul transportasi, yaitu akses jalan Bandara Kertajati. Jenis proyek prioritas tersebut Penguatan Konektivitas dan kegiatan prioritasnya, yaitu Konektivitas Transportasi Jalan.

Dokumen Perencanaan Pembangunan Kabupaten Majalengka

RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kabupaten Majalengka/ 20th.

Dalam RPJPD Kabupaten Majalengka, secara makro konsep wilayah pengembangan Kabupaten Majalengka dibagi menjadi 3 (tiga) Wilayah  Pengembangan (WP) Utama, yaitu :   Wilayah Pengembangan (WP) Utara, dengan fungsi utama pengembangan Kawasan Bandara, Kawasan Komersial (Perdagangan dan Jasa), Industri dan Pengembangan Perumahan, meliputi Kecamatan Kadipaten, Kertajati, Jatitujuh, Dawuan, Jatiwangi, Ligung, dan Sumberjaya.

RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) Provinsi Jabar

Misi yang tertuang sebagai arah kebijakan pembangunan jangka panjang daerah Provinsi Jawa Barat, antara lain:

  1. Mewujudkan kualitas kehidupan masyarakat yang berbudaya ilmu dan teknologi, produktif, dan berdaya saing;
  2. Meningkatkan perekonomian yang berdaya saing dan berbasis potensi daerah;
  3. Mewujudkan lingkungan hidup yang asri dan lestari;
  4. Mewujudkan tata kelola kepemrerintahan yang baik;
  5. Mewujudkan pemerataan pemabangunan yang berkaeadilan.

RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Provinsi Jabar

Pada RPJMD periode 2018-2023, pengembangan diarahkan pada pemantapan pengelolaan infrastruktur wilayah, meningkatnya keberlanjutan pemanfaatan infrastruktur terbangun, dengan tetap meningkatkan kualitas kemitraan pemerinah, swasta, dan masyarakat. Pengembangan infrastruktur yang berkaitan dengan Kabupaten Majalengka, antara lain: revitalisasi jalur KA eksisting jalur Cicalengka – Tanjungsari – Kertajati, penyelesaian pembangunan Bandar Udara Pusat Penyebaran Primer Kertajati di Majalengka, pembangunan waduk dan DI strategis.

RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kabupaten Majalengka/5 th.

Berdasarkan potensi, kondisi, permasalahan, tantangan dan peluang menurut RPJMD, serta isu-isu strategis yang terjadi di Kabupaten Majalengka, maka Visi Pemerintah Kabupaten Majalengka, yaitu : “MAJALENGKA MAKMUR” yang berarti berkmana sejahtera, berkecukupan secara material dan agamis secara spiritual atau tatanan kehidupan yang rakyatnya mendapatkan kebahagian jasmani dan rohani sehubungan telah terpenuhi kebutuhannya. Dalam pencapaian visi tersebut maka ditetapkan misi sebagai berikut:

  1. Meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, lingkungan, dan sarana prasarana perekonomian dalam rangka pencapaian pembangunan yang berkelanjutan;
  2. Membangun tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dengan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan aparatur;
  3. Membangun iklim investasi yang kondusif dan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk mencapai pemerataan kesejahteraan masyarakat;
  4. Meningkatkan daya saing daerah dengan berfokus pada pemanfaatan sumber daya alam, sumber daya manusia, inovasi, ilmu pengetahuan, dan teknologi dengan mengedepankan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan;
  5. Mewujudkan Desa Mandiri;
  6. Meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama disertai penyediaan sarana prasarana keagamaan yang memadai.

Dokumen Rencana Umum Tata Ruang:

Gambar. Peta Rencana Kawasan Strategis Kabupaten Majalengka
Gambar. Peta Rencana Kawasan Strategis Kabupaten Majalengka

RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Kabupaten Majalengka

Dalam dokumen Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 11 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Majalengka Tahun 2011-2013 dijelaskan bahwa tujuan penataan ruang Kabupaten Majalengka yaitu mewujudkan Kabupaten sebagai kawasan agribisnis, pariwisata, industri yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Dinamika perubahan baik internal maupun eksternal telah mendorong untuk segera menyesuaikan rencana tata ruang wilayah dalam rangka mengantisipasi perkembangan kegiatan pembangunan, khususnya di Kabupaten Majalengka. Dinamika perkembangan tersebut di antaranya rencana pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan rencana pembangunan aerocity di Kecamatan Kertajati, kawasan Gunung Ciremai menjadi Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), rencana pembangunan tol Cisumdawu, rencana pembangunan jalur KA Rancaekek – Tanjungsari – Cirebon, pengembangan lokasi agribisnis, pengembangan pariwisata, dan lain-lain.

Kabupaten Majalengka dalam RTRWN (Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional)

Dalam RTRWN arahan pola pengembangan kawasan, fungsi kota nasional Kabupaten Majalengka berupa PKL (Pusat Kegiatan Lokal) dengan DPS yang melayani, yaitu Cimanuk. Dengan penetapan Kabupaten Majalengka sebagai fungsi kota nasional berupa PKL (Pusat Kegiatan Lokal), terdapat arahan pengembangan sumber daya air, diantaranya:

  • Kebutuhan air bersih untuk irigasi, konservasi
  • Pengendalian pencemaran air dan intrusi asin Pantura
  • Banjir daerah Pantura

Dokumen Rencana Umum Tata Ruang:

Kabupaten Majalengka dalam RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Provinsi Jabar

Peraturan Daerah Nomor 22 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat Tahun 2009-2029 menjelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan Kabupaten Majalengka, yaitu:

  • Pembagian Wilayah Pengembangan (WP) Ciayumajakuning sebagai penjabaran dari Kawasan Andalan Ciayumajakuning yang antisipatif terhadap perkembangan pembangunan wilayah perbatasan, meliputi Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan sebagian wilayah di Kabupaten Sumedang.
  • Dalam WP tersebut, Kabupaten Majalengka, diarahkan menjadi lokasi Bandara Internasional Jawa Barat dan Aerocity di Kertajati, daerah konservasi utama Taman Nasional Gunung Ciremai, serta untuk kegiatan agrobisnis dan industri bahan bangunan, dan pertambangan mineral serta pengembangan sarana dan prasarana yang terintegrasi di PKW Kadipaten.
  • Selain itu, terdapat realisasi rencana pengembangan Bandara Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka, untuk mengurangi intensitas kegiatan di Kawasan perkotaan Cirebon dan mengurangi intensitas kegiatan di Kawasan Perkotaan Bodebek dan Kawasan Perkotaan Bandung Raya.
  • Berdasarkan Perda No. 22 Tahun 2010 tentang RTRW Provinsi Jawa Barat 2009-2029, bahwa Bandara Internasional Jawa Barat dan Kertajati Aerocity ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Provinsi (KSP).
Gambar. Peta Rencana Kawasan Strategis Provinsi Jawa Barat
Gambar. Peta Rencana Kawasan Strategis Provinsi Jawa Barat
  1. Kawasan perlindungan setempat berupa Waduk Sindang Pano, Waduk Sangyang, Situ Anggrarahan dan Situ Rancabeureum, terletak di Kabupaten Majalengka.
  2. Kawasan pelestarian alam Taman Nasional Gunung Ciremai, yang terletak di Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka.
  3. Termasuk dalam kawasan rawan gempa bumi tektonik dan kawasan rawan gerakan tanah;
  4. Termasuk dalam kawasan pertanian pangan irigasi teknis;
  5. Termasuk dalam kawasan perikanan.
  6. Sektor unggulan yang dapat dikembangkan di WP Ciayumajakuning meliputi agribisnis, agroindustri, perikanan, pertambangan dan pariwisata.
  7. Kawasan wisata yang terletak di jalur tengah meliputi: Kawasan Wisata Agro Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Cianjur, Kota Sukabumi, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung;
  8. Pembangunan jalan lingkar Kadipaten di Kabupaten Majalengka;
  9. Pengembangan Kawasan Industri Kertajati Aerocity di Kabupaten Majalengka.

Dokumen Rencana Rinci Tata Ruang

Kabupaten Majalengka dalam Rencana Tata Ruang (RTR) Pulau Jawa-Bali

Gambar. Peta Pola Pemanfaatan Ruang Pulau Jawa dan Bali 2018
Gambar. Peta Pola Pemanfaatan Ruang Pulau Jawa dan Bali 2018

Berdasarkan Perpres No. 28 Tahun 2012 terkait Rencana Tata Ruang Pulau Jawa-Bali, berkaitan dengan pembangunan Kabupaten Majalengka, antara lain:

  1. Pengembangan dan pemantapan jaringan jalan arteri primer yang menghubungkan PKW Kadipaten dengan Bandar Udara Kertajati (Majalengka),
  2. Pemantapan Pelabuhan Arjuna (Cirebon) sebagai  pelabuhan utama yang merupakan prasarana penunjang fungsi pelayanan PKN Cirebon sebagai pusat pengembangan Kawasan Andalan Cirebon-Indramayu-Majalengka-Kuningan (Ciayumaja Kuning) dan Sekitarnya, Kawasan Andalan Cekungan Bandung, serta Kawasan Andalan Priangan Timur-Pangandaran;
  3. Pemantapan fungsi Bandar Udara Kertajati (Majalengka) sebagai bandar udara pengumpul dengan skala pelayanan sekunder;
  4. Pengendalian kegiatan budi daya di sekitar bandar udara Kertajati;
  5. Peningkatan fungsi, pengembangan, dan pemeliharaan jaringan irigasi teknis untuk mempertahankan dan meningkatkan luasan lahan pertanian pangan pada DI Rentang (yang melayani Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka), DI Ciwaringin (yang melayani kawasan peruntukan pertanian di Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Cirebon), DI Kamun dan DI Ciwaringin Udik (yang melayani kawasan peruntukan pertanian di Kabupaten Majalengka);
  6. Peningkatan keterkaitan kawasan andalan dengan sektor unggulan pada Kawasan Andalan Ciayumaja Kuning dsk. Dengan PKN Cirebon dan PKW Indramayu yang terhubung dengan akses ke dan dari Pelabuhan Arjuna (Cirebon), Pelabuhan Tanjung Intan, dan Bandar Udara Kertajati (Majalengka).
  7. Kawasan Andalan Priangan Timur-Pangandaran dengan PKW Tasikmalaya dan PKW Pangandaran yang terhubung dengan akses ke dan dari Pelabuhan Arjuna (Cirebon), Pelabuhan Tanjung Intan, dan Bandar Udara Kertajati (Majalengka);
Gambar. Peta Pola Jaringan Transportasi Pulau Jawa dan Bali 2018.
Gambar. Peta Pola Jaringan Transportasi Pulau Jawa dan Bali 2018.


2 Komentar

eka · 5 September 2019 pada 12:36

Mantep za, informatip.. biar lebih menariq, lebih baik kalo dikasih pengantar sama opini penulis sih jadi pembaca tidak cepat bosan 👍

Reza Prama Arviandi · 5 September 2019 pada 20:36

Masalahnya ini summary dokumen inti ka. Ntar gw coba bikin dengan bahasa yang lebih populer, haha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *