Semua Hanya Asumsi “Katanya” Sebelum Kita Coba Sendiri

Semua Hanya Asumsi “Katanya” Sebelum Kita Coba Sendiri – Ramadhan #3 – Bingung hari ini cerita apa, tapi kalau terpotong satu hari saja, besoknya saya bisa skip sampai lebaran, hehe. Sibuk sekali saya hari ini, mengerjakan hal bersifat volunteer sampai ada dua UTS yang sebenernya saya SKS banget salah satunya. Ya selama ini dikelas kita berbagi role, sedang ujian materinya teknis sekali, hehe.

Asumsi

Saya juga kebagian untuk divaksin hari ini, bersumber pada kegiatan volunteer membantu lembaga nasional kebencanaan, saya jadi prioritas, dan emang mengganti orang yang sudah vaksin sebelumnya. Asumsi awal, denger banyak cerita orang katanya kalau habis divaksin akan mengantuk, sakit, dan hal buruk lainnya dalam sehari.

Semua Hal Jadi Gak Enak

Oleh beberapa orang mengabarkan kalau bisa hari ketika divaksin kita kosongin. Jangan ada jadwal kegiatan berat, dari mikir berat, sampai aktivitas fisik yang berat. Nanti kalau habis divaksin rasanya gak enak banget kalau banyak aktivitas kayak gitu. Mending tidur sampai kondisinya enak dan nyaman.

Bukan cuma satu dua orang yang bilang semua ini. Bahkan berita media online, chat bapack bapack di grup WA, sampai jaga media sosial twitter menceritakan hal yang sama. Semua itu gak enak, jadi kosongin jadwal, langsung istirahat.

Saya langsung lihat jadwal sendiri. Di hari ini saya ada kewajiban minimal 3 hal. Membantu volunteer kebencanaan di pagi sampai sore. Pagi siang sampai sebelum dhuhur UTS yang pertama. Sela 2 jam saya UTS kedua. Sela 2 jam tersebut mau dipakai antri vaksin yang diceritakan orang-orang tersebut.

Related:   Menahan Diri

Sudah gak terlalu maksimal untuk baca baca UTS kedua, harus vaksin lagi sebelum ujiannya, haha. Mantap kalipun Bos.

Asumsi itu Ternyata Tidak Benar

Saya sebenernya gak terlalu takut ya masalah suntik menyuntik. Alhamdulillah tidak pernah sakit sampai harus disuntik. Pengalaman banyak suntik menyuntik ya donor darah sampai 18x sebelum tulisan ini tampil. Tapi kalo mengganggu UTS jangan dong, haha.

Percobaan yang Berbeda Hasilnya

Ketika dicoba langsung, prosesnya cepet banget. Gak ada 10 menit di puskesmas saya sudah kelar di vaksin. Hasilnya pun cukup sesuai harapan. Saya merasa gak ada pengaruh apapun. Cuma ya baru inget, vaksin beda dengan donor. Titik jarum menusuk untuk vaksin kalau dipegang ya nggliyeng cenut cenut gitu. Mantap.

Semoga

Semoga sebelum pertengahan tahun, seluruh masyarakat Indonesia dapat divaksin dengan baik. Semoga covid19 juga segera hilang. Sehat semua kita dan keluarga.

Share on:
About Reza Prama Arviandi

A graduate student from the Department of Civil Engineering ITB who has a passion in the field of civil infrastructure, big data analysis, and community empowerment.

Leave a Comment