Shaf Terdepan

Shaf Terdepan – Sudah setahun lebih tidak menerbitkan tulisan di blog ini. Padahal banyak tulisan yang saya tulis di media lain, salah satunya tentang mengoptimalisasi kearifan lokal permukiman di Indonesia. Oke karena sekarang menjalani hidup baru di tempat yang jauh dalam jangka waktu yang lumayan, saya perlu menuliskan sedikit perjalanan ini. Tulisan yang ringan saja, belum bicara tentang ekspektasi kerja yang menjadi perhatian pembesar dan bos negeri ini atau cerita saya yang sempat sangat patah hati. Haduh.

Shaf Terdepan - Hari Pertama di IKN Ibu Kota Negara Nusantara
Hari Pertama di IKN Ibu Kota Negara Nusantara

Surat Tugas

Ketika mendapat surat tugas yang diberikan sangat mendadak. Bapak saya mengingatkan terkait mimpi saya di masa lalu.

“Mas, ini mungkin jalan terbaik dari Allah SWT menjawab mimpimu dulu.”

“Menjadi shaf terdepan bangsa ini ketika angkatanku memimpin”

Bapak

Awal Shaf Terdepan

Ucapan menjadi shaf terdepan ini saya pertama dengungkan karena saat itu diminta mempersiapkan orasi dalam waktu kurang dari 14 jam, besoknya, karena menjadi perwakilan anak kelas 10 bersaing ketua MPK SMA. Yang tentu hasilnya sudah diketahui, hanya sebagai perwakilan agar tidak kosong amat ya pemilihan. Apalagi saya maju karena anak kelas 10 ya tidak ada yang mau maju, hehe.

Alasan Shaf Terdepan

Alasan inilah yang menjadi alasan lain, mengapa saya memilih shaf terdepan saja bukan menjadi imam sekalian. Selain sebagai orang Jawa yang memiliki adat untuk mempersilakan orang lain dahulu apabila berminat memimpin, juga dalam setiap kesempatan rasa-rasanya saya tidak seambisius itu memimpin. Tanggung jawabnya besar. Dalam kelompok teman saya juga bukan orang yang gampang bikin tongkrongan asik. Cuma jadi follower saya aja mah bagian yang asik-asikan ya.

Related:   Kelompok Proses Manajemen Proyek, Bagaimana Ringkasannya?

Tapi sayangnya saya juga bukan orang yang nyaman diam, gak ngapa-ngapain. Gatel saya juga kalau dalam organisasi kok ya gak sesuai KPI atau ekspektasi awal. Gatelnya saya ya kalau tidak ada yang mau maju nanti saya akan ambil alih sampai ada yang mau maju.

Pengalaman Memimpin

Sayangnya lagi hal kayak gini bukan membuat posisi memimpin ini menjadi sebentar. Ada kalanya saya perlu menjalani hampir 13 tahun. Saya melakukan ini saat masih sangat bocah, tanpa kesadaran yang saya ceritakan diatas. Saya jadi ketua kelas dari saat sangat bocil TK Kecil sampai kelas 11 SMA. Menjadi mayoritas dan orang males milih serta gak mau tampil menjadi salah satu priviledge atau malah menjadi cobaan saya bertahun-tahun.

Bisa dianggap sepertinya sejak saya masih TK Kecil sampai sekarang saya tidak melewati satu haripun tanpa memimpin orang minimal 10 orang, baik formal maupun non-formal.

Filosofi Shaf Terdepan

Kembali ke topik bahasan, mengapa harus menjadi shaf terdepan? Ya inilah filosofi apabila disenggolkan pada konteks sholat berjamaah. Shaf terdepan dalam tafsir yang bertujuan untuk menyemangati para jamaah laki-laki, akan bercerita tentang pahala dan ganjaran berupa kavling surga terbaik.

Shaf terdepan dalam tafsir yang bertujuan untuk memberi petunjuk bertanggungjawab jamaah laki-laki, akan bercerita tentang tanggung jawab apapun yang terjadi pada imam yang memimpin, maka wajib melakukan sesuatu, termasuk menggantikan perannya sewaktu-waktu. Saat imam ada kesalahan dalam bacaan sholat, shaf terdepan dalam kondisi ideal wajib meluruskan bacaan. Saat imam ada kesalahan pada urutan wajib sholat, maka shaf terdepan wajib memberi peringatan atas kesahalan. Apabila imam batal wudhunya, shaf terdepan yang berada di posisi belakangnya wajib menggantikan.

Related:   Pengantar Diskusi Rasisme Kebuntuan Politik Amerika

Tanggung jawab Shaf Terdepan

Sebesar itu tanggung jawab yang harus dipikul dan dikendalikan oleh shaf terdepan. Maka shaf terdepan dalam tafsir lainnya diantaranya diharapkan memiliki umur yang masih muda, kekuatan fisik yang lebih bugar, serta memiliki pengetahuan yang mendekati dari imam yang memimpin. Shaf terdepan harus menjadi garda terdepan dalam sempurnanya organisasi sholat berjamaah. Bayangkan, shaf terdepan harus menjadi garda terdepan dalam sempurnanya organisasi yang sedang saya, kamu, dan semuanya.

Walau dalam penugasan dan takdir yang membawa saya jauh kesini, selalu diikuti rasa deg degan di awal saya cuma bertahan pada dua pesan ibu:

“Hadapi, berikan yang terbaik, selalu syukuri”

“Jaga sholat tepat waktu, ngaji teratur, bangun sholat malam”

Ibu

Beberapa orang mengatakan diberi kesempatan disini, di tempat pembangunan infrastruktur yang menjadi perhatian besar seluruh Indonesia, terutama Jakarta menjadi kesempatan terbaik, setidaknya untuk saat ini, mengasah diri dan tanggung jawab. Serta kesempatan besar untuk akselerasi karir, sesuatu yang saya malah gak kepikiran, walau orang lain beberapa sering mengatakan.

Saya tetap selalu merasa amatir, tetap pakeuwuh kalau tiba-tiba diminta maju kedepan, tetap menunggu orang lain maju dahulu agar mendorong partisipasi anggota, tetap berusaha tahu diri, tetap memberi yang terbaik di bagian mana dari shaf tersebut saya tempati.

Tapi tetap saja,

“Amanah tidak pernah salah memilih pundak”

Anonymous

Semoga selalu dijaga pada jalan yang lurus, memberikan terbaik yang bisa beri untuk negeri, menjaga shalat dan ibadah, serta menjawab amanah juga ekspektasi banyak pimpinan, stakeholders, agama, bangsa, dan negara.

Memori

Memori Teman CPNS Dit SSPIP Cipta Karya KemenPUPR 2022
Memori Teman CPNS Dit SSPIP Cipta Karya KemenPUPR 2022
Memori Latsar Klasikal CPNS KemenPUPR 2022
Memori Latsar Klasikal CPNS KemenPUPR 2022
Memori Orientasi CPNS KemenPUPR 2022
Memori Orientasi CPNS KemenPUPR 2022
KPTPE SSPIP Cipta Karya KemenPUPR
KPTPE SSPIP Cipta Karya KemenPUPR
Share on:
About Reza Prama Arviandi

A graduate student from the Department of Civil Engineering ITB who has a passion in the field of civil infrastructure, big data analysis, and community empowerment.

Leave a Comment