Siklus Hidup Proyek dan Pengembangan di PMBOK

Siklus Hidup Proyek dan Pengembangan di PMBOK – Sebuah proyek memiliki siklus hidup dari inisiasi sampai penutupan. Memahami, kemudian mengembangkan siklus hidup proyek yang tepat akan meningkatkan nilai bisni dan berbagai keuntungan lainnya. Pada postingan ini kita akan berdiskusi mengenai pengembangan siklus hidup proyek dan pengembangannya berdasarkan PMBOK.

Apa itu Siklus Hidup Proyek?

Siklus hidup proyek adalah serangkaian fase yang dilalui suatu proyek dari awal hingga penyelesaiannya. Yang menjadi kerangka dasar untuk mengelola proyek. Fase2 tersebut dapat berurutan, berulang, atau overlaping.

Sifat Siklus Hidup Proyek

Siklus hidup proyek dapat bersifat prediktif atau adaptif. Dalam siklus hidup proyek, biasanya ada satu fase atau lebih yang terkait dengan pengembangan produk, layanan, atau hasil. Ini disebut siklus hidup pengembangan. Pengembangan siklus hidup proyek dapat berupa model prediktif, iteratif, inkremental, adaptif, atau hibrid.

Siklus Hidup Proyek Prediktif

Dalam siklus hidup prediktif, ruang lingkup proyek, waktu, dan biaya ditentukan pada fase awal. Setiap perubahan pada ruang lingkup dikelola dengan hati-hati. Siklus hidup prediktif juga dapat disebut sebagai siklus hidup air terjun.

Siklus Hidup Proyek Iteratif

Dalam siklus hidup iteratif, ruang lingkup proyek umumnya ditentukan pada awal siklus, tetapi perkiraan waktu dan biaya secara rutin direview ketika pemahaman tim proyek tentang produk makin meningkat. Iterasi mengembangkan produk melalui serangkaian siklus berulang.

Related:   Rekontruksi: Longsor

Siklus Hidup Proyek Inkremental

Dalam siklus hidup inkremental, deliverable dihasilkan melalui serangkaian iterasi yang secara berurutan menambah fungsionalitas dalam kerangka waktu yang telah ditentukan. Hasil pekerjaan dianggap selesai hanya setelah iterasi terakhir.

Siklus Hidup Proyek Adaptif

Siklus hidup adaptif bersifat lincah, berulang, atau inkremental. Ruang lingkup rinci didefinisikan dan disetujui sebelum memulai suatu iterasi. Siklus hidup adaptif juga disebut sebagai siklus hidup yang gesit atau berubah-ubah.

Siklus Hidup Proyek Hibrida

Siklus hidup hibrida adalah kombinasi dari siklus hidup prediktif dan adaptif. Unsur-unsur dari proyek yang sudah dikenal atau memiliki persyaratan yang tetap akan menggunakan siklus hidup pengembangan prediktif, sedangkan unsur-unsur yang masih berkembang akan menggunakan siklus hidup pengembangan adaptif.

Fase Proyek di PMBOK

Fase proyek adalah kumpulan kegiatan proyek yang terkait secara logis dengan puncaknya adalah pada penyelesaian satu atau lebih deliverable.

Atribut dalam Proyek

Fase dalam siklus hidup dapat dijelaskan oleh berbagai atribut. Atribut dapat terukur dan unik untuk fase tertentu. Atribut dapat termasuk tetapi tidak terbatas pada:

  • Nama (misalnya, Fase A, Fase B, Fase 1, Fase 2, fase proposal),
  • Angka (mis., Tiga fase dalam proyek, lima fase dalam proyek),
  • Durasi (misalnya, 1 minggu, 1 bulan, 1 kuartal),
  • Persyaratan sumber daya (misalnya, orang, bangunan, peralatan),
  • Kriteria untuk proyek yang akan memasuki fase tertentu (misalnya, dokumen tanda penyelesaian, atau dokumentasi persetujuan tertentu), dan
  • Kriteria untuk proyek yang akan menyelesaikan fase (misalnya, dokumen persetujuan, bukti kelengkapan dokumen, bukti penyelesaian deliverable).

Proyek dapat dipisahkan menjadi beberapa fase atau subkomponen yang berbeda. Fase atau subkomponen ini umumnya diberi nama yang menunjukkan jenis pekerjaan yang dilakukan dalam fase itu.

Related:   Metodologi Pengadaan yang Berkelanjutan

Nama Fase dalam Proyek

Contoh nama-nama fase termasuk tetapi tidak terbatas pada:

  • Pengembangan Konsep,
  • Studi kelayakan,
  • Kebutuhan Pelanggan,
  • Pengembangan Solusi,
  • Desain, Prototipe,
  • Pembangunan,
  • Pengujian,
  • Transisi,
  • Commissioning,
  • Review Milestone, dan
  • Lesson Learned

Faktor dalam Fase Proyek

Fase proyek dapat dibentuk berdasarkan berbagai faktor termasuk, tetapi tidak terbatas pada:

  • Kebutuhan manajemen;
  • Sifat dari proyek nya;
  • Karakteristik unik dari perusahaan, industri, atau teknologi;
  • Unsur proyek, seperti teknologi, enjiniring, bisnis, proses, hukum, dll; dan
  • Poin pengambilan keputusan (mis., Pendanaan, proyek go/no-go, dan peninjauan milestone).

Menggunakan beberapa fase dapat memberikan wawasan yang lebih baik untuk mengelola proyek.

Juga memberikan kesempatan untuk menilai kinerja proyek dan mengambil tindakan korektif atau pencegahan yang diperlukan dalam fase berikutnya.

Gerbang Fase di Proyek

Sebuah gerbang fase diadakan di akhir fase. Disini kinerja dan kemajuan proyek dibandingkan dengan dokumen proyek dan dokumen bisnis, seperti diantaranya :

Rekomendasi Keputusan di Proyek

Keputusan (misalnya, keputusan go/no-go) dibuat dari hasil perbandingan diatas, dengan rekomendasi:

  • Dilanjutkan ke fase berikutnya,
  • Dilanjutkan ke fase berikutnya dengan modifikasi,
  • Memberhentikan proyek, Tetap dalam fase sekarang, atau
  • Ulangi fase sekarang atau elemen-elemennya.

Tergantung pada perusahaan, industri, atau jenis pekerjaan, gerbang fase dapat disebut dengan istilah lain seperti, tinjauan fase, gerbang tahapan, kill point, dan pintu masuk fase atau keluar fase.

Siklus hidup proyek dikelola dengan melakukan serangkaian kegiatan yang dikenal sebagai proses manajemen proyek.

Setiap proses manajemen proyek menghasilkan satu atau lebih output dari satu atau lebih input dengan menggunakan alat dan teknik manajemen proyek yang tepat.

Related:   3 Advice Starting Mutual Fund: Important Notes

Output dapat berupa hasil atau outcome. Outcome adalah hasil akhir dari suatu proses.

Proses dalam manajemen proyek secara logis terkait berdasarkan output yang dihasilkan. Proses itu mungkin berupa aktivitas yang tumpang tindih yang terjadi selama proyek.

Output di Proyek

Output dari sebuah proses umumnya menghasilkan:

  • Masukan untuk proses yang lain, atau
  • Deliverable dari proyek atau fase proyek.
MasukanAlat dan TeknikKeluaran
Masukan HTeknik AKeluaran A Proyek
Masukan JAlat CKeluaran B Proyek
Contoh Proses Masukan, Alat & Teknik, dan Keluaran

Jumlah iterasi proses dan interaksi antar proses bervariasi berdasarkan kebutuhan proyek.

Kategori Proses di dalam Proyek

Proses umumnya termasuk dalam salah satu dari tiga kategori ini:

  • Proses yang digunakan sekali atau pada titik yang telah ditentukan dalam proyek. Misalnya proses Pembuatan Project Charter, dan Penutupan Proyek atau fase.
  • Proses yang dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan. Misalnya Proses pengadaan sumber daya yang dilakukan setiap ada kebutuhan sumber daya.
  • Proses yang dilakukan terus menerus di seluruh proyek. Misalnya Proses menentukan aktivitas, bisa terjadi sepanjang siklus hidup proyek, terutama jika proyek menggunakan pendekatan perencanaan bergulir atau pengembangan adaptif. Proses Kontrol dan Monitoring juga berlangsung sejak awal sampai penutupan proyek.

Manajemen proyek dicapai melalui aplikasi dan integrasi yang tepat dari proses manajemen yang dikelompokkan secara logis. Meskipun ada berbagai cara proses pengelompokan, panduan PMBOK mengelompokan proses menjadi lima kategori yang disebut Kelompok Proses yang kita akan pelajari setelah ini.

Share on:
About Reza Prama Arviandi

A graduate student from the Department of Civil Engineering ITB who has a passion in the field of civil infrastructure, big data analysis, and community empowerment.

Leave a Comment