Startup di Bidang Kontruksi Sipil? Mungkinkah?

Dunia yang Semakin Maju dan Cepat

Kita melihat dunia dekade ini semakin cepat, semakin maju, dan semakin inovatif. Salah satu motor metrik yang dapat kita perhatikan yaitu lewat semakin menjamurnya startup teknologi yang mulai mendisrupsi model bisnis dari para pemain lama.

Disrupsi yang Terjadi di Semua Sektor

Salah satu contoh di dunia adalah keberadaan Uber yang menghilangkan sebagian pasar dari taksi konvensional, AirBnB yang merebut pasar kamar hotel pinggir jalan, dan Amazon yang menghentak publik lewat toko mayanya yang mengambil hati para ibu-ibu, anak-anak, serta bapak-bapak yang membutuhkan kebutuhan sehari-hari.

Disrupsi yang Hadir di Indonesia

Tidak perlu jauh sebenarnya, di Indonesia kita melihat bagaimana Traveloka dengan lini bisnis utama yaitu penjualan tiket kereta dan pesawat menebas pasar agen tiket fisik yang menjamur di pusat-pusat kota. Selain itu e-commerce semacam Bukalapak dan Tokopedia disadari atau tidak mematikan pasar dari toko fisik besar macam mall dan pusat perbelanjaan.

Apa yang dimaksud dengan Disrupsi?

Aktivitas terdisrupsi atau mendisrupsi yang dikenalkan oleh Christensen (1997) telah menjelaskan kepada kita bahwa pemain lama yang tidak mampu untuk terus berinovasi dan mengambil pasar secara terus menerus bakal di disrupsi oleh para pemain baru startup yang bentuk fisiknya saja terkadang tidak bisa kita lihat.

Christensen percaya cepat atau lambat di perkembangan dunia yang ketiga yaitu masa informasi menurut Alvin Toffler (1982) hampir semua model bisnis bakal banyak yang terdisrupsi.

Disrupsi di Industri Infrastruktur Sipil

Rekayasa Sipil merupakan salah ilmu teknik pertama yang bisa dianggap sebagai bapak dari ilmu teknik yang lain. Hal ini berdasarkan kebutuhan manusia-manusia awal dahulu yang membutuhkan kerekayasaan untuk membuat sebuah bentuk bangunan yang awalnya hanya untuk berlindung diri sampai kebutuhan fungsional lain seperti berkumpul.

Saking lamanya perkembangan dunia sipil yang berlangsung ratusan bahkan ribuan tahun ini, berkembang mitos bahwa bidang sipil sangat miskin ide yang mampu menghentak dunia dan mengubah cara kebiasaan atau perilaku manusia umumnya.

Share on:
About Reza Prama Arviandi

A graduate student from the Department of Civil Engineering ITB who has a passion in the field of civil infrastructure, big data analysis, and community empowerment.

Leave a Comment

2 thoughts on “Startup di Bidang Kontruksi Sipil? Mungkinkah?”

  1. selamat pagi …
    saya tertarik dengan artikel ini.
    Saya kebetulan sedang membangun startup company bidang Profesi, khususnya mengenai Pembelajaran jarak jauh. Sebagai langkah awal, startup ini akan mengambil bidang Teknik Konstruksi … kebetulan lingkungan saya dekat dengan bidang konstruksi meskipun saya bukan berlatar belakang Pendidikan Teknik.
    Memang problem dikita adalah apabila kita melangkah terlalu maju … akan 'mendistrupsi' banyak pihak. dan mungkin tidak mungkin langsung implementasi.
    Saya mengajak bapak sebagai langkah awal untuk memulainya di bidang Pembelajaran terlebih dulu untuk menciptakan ekonsistem bahwa ahli bidang Konstruksi yang menguasai bidang VR-AR sudah ada … sambil kita beri usulan masukan kepada Pemerintah tentang kenyataan ini.
    apabila tertarik … ayo kita diskusikan lebih lanjut. saya bisa di hubungi di hp 081287941900 atau email : indokon@gmail.com

    Reply