Juara Jualan Online: Maksimalkan Website dan Marketplace!

Website vs Marketplace: Pilihan atau Sinergi?

Era Internet, Ekonomi Harus Semakin Cepat dan Memudahkan

Website vs Marketplace: Pilihan atau Sinergi?Internet yang semakin cepat dan alat komputer yang semakin murah, menjadikan masyarakat berpindah haluan pada kebiasaan berbelanja di pasar/toko menjadi berbelanja di dunia online. Kebutuhan manusia untuk bertukar barang, menjajakan jasa, dan menggerakkan ekonomi bahkan telah melintasi batas administratif sebuah negara.

Semua orang perlu melakukan aktifitas ekonominya. Dengan semakin lancarnya aktivitas ekonomi yang tidak dibatasi oleh birokrasi dan aturan yang ribet, setiap orang akan memperoleh kesejahteraan dan kehidupannya.

Kesalahan Penggunaan Website Untuk Berjualan di Masa Lalu

Website vs Marketplace: Pilihan atau Sinergi? Di awal kemunculan internet, muncul website toko yang mulai menjajakan dagangannya di internet. Lalu muncullah berbagai peristiwa seperti buble dot com, inflasi internet, dll yang menghancurkan bisnis ini. Beberapa catatan saat itu mengatakan, pasar belum siap karena biaya untuk menikmati pasar online masihlah mahal.

Hal ini diakibatkan karena pangsa pengguna internet masih kecil, kecepatan internet yang tidak memadai, dan belum adanya peristiwa besar yang menggerakkan ke kebiasaan baru beralih berbelanja ke toko online.

Apabila di dunia seperti di Amerika Serikat hal ini berlangsung pada tahun 90an, pasar Indonesia mulai bergeliat di tahun 2000an. Tahun 90an akhir atau 2000an awal mulailah ramai di dunia bentuk baru dari perdagangan online ini. Muncullah marketplace sebagai pelengkap atau bahkan subtitusi dari pasar offline yang kita kenal di masa lalu. Di pasar ini terdapat banyak penjual dan pembeli yang saling bertemu kemudian bertransaksi.

Kelebihan dan Kekurangan Marketplace vs Website Berjualan Sendiri?

Apa Manfaat Kelebihan dan Kekurangan Marketplace ini?

Kelebihan dari marketplace bisa diuraikan lewat beberapa poin singkat di bawah ini:

  1. Jual beli relatif mudah. Seluruh sistem sudah disediakan oleh Marketplace. Penjual dan pembeli hanya pasang badan, produk, dan tentu alat tukar untuk bertransaksi.
  2. Sudah menjadi tempat ramai yang dikunjungi. Seperti pasar yang sudah elatif aman dan terawasi dengan baik dari serangan pihak luar. Dengan ramainya pembeli dan penjual, sistem keamanan marketplacepun ikut meningkat karena di proteksi khusus oleh tim keamanan.
  3. Marketplace yang baik mempunyai pengawasan 24/7 setiap hari bahkan setiap detik. Hal ini membuat pengguna marketplace merasa aman dan nyaman, serta tidak takut akan terjadi penipuan.
  4. Mendapat keuntungan dari kerjasama yang dilakukan marketplace dengan pihak ketiga. Gratis ongkir, layanan pergudangan, layanan diskon boom sale bisa kita dapatkan dengan mudah apabila kita bergabung dengan marketplace.
  5. Kepercayaan. Marketplace yang baik identik dengan tingkat kepercayaan yang tinggi. Sehingga hal ini tidak membuat ragu bagi pembeli dan penjual untuk melakukan kegiatan ekonomi.

Kekurangan dari marketplace bisa diuraikan lewat beberapa poin singkat di bawah ini:

  1. Sering terjadi perang harga karena banyaknya samanya barang yang dijual. Inilah kekurangan utama di marketplace. Barang sekali tidak unik. Tidak mempunyai cerita yang bisa dijual. Barang terlalu cepat untuk diperjual belikan, tanpa added value yang bisa ditambahkan. Belum lagi perang harga yang menjadikan mereka yang mempunyai modal besar akan menang kompetisi di akhir dengan mengkanibalisasi toko kecil dengan barang yang mirip.
  2. Tidak bisa full control terhadap barang milik sendiri. Pada dasarnya ketika kita menjual barang di marketplace, maka kita menitipkan barang disana. Segala aturan yang di berikan oleh marketplace harus kita ikuti. Kita tidak bisa seleluasa mungkin untuk sekedar menetapkan harga (karena perang harga), menetapkan potongan pembayaran ke marketplace, dan menetapkan hal lainnya.
  3. Rawan di blokir. Apabila tetap melakukan hal yang tidak sesuai dengan keinginan marketplace, maka salah satu konsekuensinya adalah di blokir. Salah satu contohnya kalau saat pemblokiran ada uang anda yang belum dicairkan ya bisa jadi anda tidak akan bisa menarik uang tersebut sampai kapanpun.
  4. Untuk jangka panjang sulit untuk membangun kepercayaan dan loyalitas atas brand atau nama dari produk anda. Dengan hanya nebeng di marketplace, nama dari produk atau toko anda akan lebih sulit diingat oleh calon pembeli. Hal ini dikarenakan pembeli objektifnya hanya akan membeli produk dengan harga dan kualitas barang, bukan loyalitas pada toko atau penjual. Calon pembeli akan mudah berpaling ketika menemukan produk yang hampir mirip dengan produk anda namun ditawarkan dengan bonus, kemudahan, dan harga yang lebih murah.
  5. Anda harus membayar lebih untuk fitur lebih premium. Fitur khusus seperti analisis kedatangan pengunjung anda, berapa besar kegiatan transaksi yang dilakukan, bahkan produk mana yang menjadi favorit pembeli anda harus dibayar dengan premium member atau harus memasang iklan. Ini tentunya akan memberatkan untuk perjalanan panjang toko atau produk anda.

Apa Manfaat Kelebihan dan Kekurangan Mempunyai Website Berjualan Sendiri?

Kelebihan dari website berjualan sendiri bisa diuraikan lewat beberapa poin singkat di bawah ini:

  1. Dengan memilih provider hosting dan domain yang terpercaya anda akan mudah membangun sebuah website berjualan.
  2. Pemilihan provider hosting unlimited dan domain murah akan membawa website anda tidak akan kalah bersaing dengan marketplace di arena pergulatan SEO.
  3. Salah satu pilihan hosting indonesia yang ramah yaitu Rumahweb. Dengan membeli produk hosting rumahweb untuk berjualan produk anda, maka anda akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Anda bisa menjadi tuan rumah yang bebas melakukan apapun agar produk anda semakin laku untuk dijual. Anda tidak terbebani akan banyak aturan dari pihak ketiga dalam mengatur website berjualan anda.
  4. Berjualan di website sendiri akan membesarkan brand atau nama dari produk anda. Pembeli akan lebih punya loyalitas dan keinginan kembali lagi ke website anda untuk membeli barang atau jasa. Anda bisa membuat banyak cerita latar belakang yang menambah value added dari produk yang anda jual.
  5. Tidak ada ketakutan di blokir, penambahan fitur premium untuk melihat analisa website, dan pemasangan iklan di toko anda sendiri. Semua ada di tangan anda untuk mengontrol secara penuh website berjualan anda.

Kekurangan dari website berjualan sendiri bisa diuraikan lewat beberapa poin singkat di bawah ini:

  1. Jual beli mungkin sedikit butuh usaha ekstra. Namun menggunakan hosting unlimited yang tepat akan membuat website anda mudah diindex oleh mesin pencari dan membuat postingan terkait sebanyak-banyaknya.
  2. Usaha memasarkan produk mungkin juga butuh usaha ekstra. Namun dengan email domain yang profesional akan membuat produk dan usaha anda akan semakin dikenal dan dipercaya calon pembeli.
  3. Fasilitas gratis ongkir, boom sale, dan pergudangan bisa diatur dengan menempatkan sebagian penjualan kita di marketplace. 
  4. Kepercayaan pembeli terhadap website jualan kita mungkin harus dibangun dari awal. Namun optimasi SEO, pengenalan produk yang masif, dan pemilihan provider hosting serta domain yang terbaik akan membantu permasalahan ini.
  5. Keamanan data mungkin akan membuat anda kewalahan. Namun sekali lagi, pemilihan provider hosting serta domain yang tepat akan membuat anda mudah untuk saling menjaganya.
Share on:
About Reza Prama Arviandi

A graduate student from the Department of Civil Engineering ITB who has a passion in the field of civil infrastructure, big data analysis, and community empowerment.

Leave a Comment

61 thoughts on “Juara Jualan Online: Maksimalkan Website dan Marketplace!”

  1. Mantapp mas reza, menginsipirasi sekali. Pengen buat personal web aja belum jadi2 :)) Btw marketplace ini kalo didukung infrastruktur yg maju mungkin bisa juga dipakai buat transaksi jual beli energi listrik.

    Reply
  2. Menarik. Ternyata keduanya bisa berjalan beriringan, dan menutupi kekurangan satu sama lain. Selain hal tersebut diatas, perlu diperhatikan pula mengenai “technical expertise” ketika membangun website sendiri. Sehingga tidak kelimpungan ketika terdapat bug di website atau ketika kunjungan melonjak dan melebihi traffic yang dapat ditampung. Tapi ketika hal tersebut dapat diatasi, bukan tidak mungkin dengan kombinasi website dan marketplace ini bisa mendatangkan cuan yang lebih banyak.

    Reply
    • Halo Edy! Benar sekali, seringkali orang susah membangun website sendiri karena kurang paham sisi teknis dari membangun website.

      Tapi saya rasa jasa pembuatan website oleh Rumahweb sangat akan membantu. Ayo bikin website untuk menunjang marketplace!

      Reply
    • Halo Bang Endar. Setahu saya banyak remote workers Indonesia font preview di Envato dll yang mengarahkan produk miliknya ke website sendiri. Saya lihat nih mereka jualan bundle dengan produk font lebih banyak daripada di marketplace. Harga bundlenya pun jadi lebih murah.

      Hal ini salah satunya dilakukan oleh Mas Rian Rahardi. Coba main atau ketik nama beliau di facebook atau marketplace yang jualan font.

      Strategi yang saya tulis diatas terinspirasi dari kerja beliau, hehe.

      Reply
  3. Informasi nya sangat bermanfaat mas. Penjelasan tentang digital marketing seperti marketplace/website sangat dibutuhkan untuk kaum milenial yang mulai mencoba untuk masuk dunia bisnis digital. Sehingga kita bisa tau plus minus dari masing masing sistem. Sukses terus mas

    Reply
    • Benar Mas Sunu, hal ini untuk mendukung berbagai gerakan dari pemerintah maupun swasta berkaitan dengan shifting bisnis digital untuk menjangkau lebih banyak lagi pembeli di seluruh dunia. Jangan lupa bikin website dan toko di marketplace ya Mas Arif, hehe. Jadi juara bisnis online dengan produk yang mendunia!

      Reply
  4. Mantap mas rezza, semakin yakin era ke kedepan apapun sektor nya pasti akan menggunakan online marketing sebagai trik jitu. Apalagi booming saat2 pandemi seperti ini.

    Reply
    • Benar Mas Danang. Mugkin jualan kambing bisa juga dilakukan dengan buka toko di marketplace dan bikin website sendiri Mas. Sukses untuk usahanya. Semoga jadi juara jadi pebisnis online ya Mas Danang!

      Reply
  5. Mantab Mas Reza sharing nya, membuat online marketplace sekarang memang jadi tren dan menjadi kebutuhan penting bagi perusahaan yang menjual produknya langsung maupun ritel dimasa pandemi seperti ini, banyak yang membangun online marketplace nya sendiri sendiri dan mungkin akan menjadi tren baru untuk sedikit meninggalkan “giant marketplace” seperti yang sudah terkenal sebelumnya, tren marketplace “indie” ini kira kira akan semakin tenar pasca pandemi covid 19 juga sepertinya. Kalau menurut mas Reza sendiri bagaimana perananan “giant marketplace” terhadap marketplace online milik sendiri seperti ini ya ? mungkin apakah bisa dianggap calon “distrubtion” bagi mereka dan kira kira pandangan mas reza tentang issue ini bagaimana mas ?

    Reply
    • Wah, terima kasih sharingnya Mas Tegar. Menarik sekali bahasannya. Maksudnya marketplace “indie” ini apakah website sendiri dengan tampilan sendiri atau marketplace dengan niche khusus misal sociolla, qlapa (dulu), fiverr, dll?

      Sepertinya yang kedua mungkin ya Mas.

      Menurut saya “hukum pasar” akan tetap berlaku. Mana ‘platform” yang akan memberi keuntungan dan kenyamanan terfit/termemenuhi kebutuhan pengguna dibandingkan dengan ‘platform lain”.

      Tentu dengan semakin besarnya platform yang besar, mereka punya sumber daya yang besar juga untuk mengolah seluruh subjek yang dimau oleh pengguna.

      Namun jangan lupa, “marketplace indie” yang mungkin hadir dari kegelisahan foundernya terhadap permasalahan yang tak kunjung diselesaikan oleh ‘marketplace besar” akan punya hasil riset yang lebih menohok dan masuk dengan keinginan pengguna.

      Mungkin juga salah satu kelebihan “marketplace indie” mereka terlalu kecil untuk membuat “kesalahan besar”. Sehingga lebih kuat dan bagus untuk membuat inovasi yang mengguncang pasar.

      Namun kekhawatiran saya yaitu apabila founder/atasan dari ‘marketplace indie” ini bukan orang yang “kuat mental”. Mereka bisa mudah untuk “exit” dengan menjual atau merger dengan “marketplace besar”, Apalagi setelah didera permainan harga, isu, dll di pasar.

      Bagaimana pendapat Mas Tegar juga terhadap isu ini?

      Reply
  6. Terima kasih atas insightnya. Ini bagus banget utk para newbie yg mau terjun ke jualan online. Keep writing

    Reply
    • Terima kasih Kak Cinta. Semoga dapat membantu ya Kak. Jangan lupa bikin website untuk bikin brand nama produknya kalau punya bisnis online ya Kak!

      Reply
    • Makasih ya Mas Muhung, segera bangun lagi usahanya yang kemarin ya Mas. Trus bikin website untuk memasarkan brand utama produknya. Sukses terus. Juara Mas!

      Reply
  7. Good news…. Harusnya pemerintah jgaharus berpetan aktif mendidik UKM tentang online selling… Biar perekonomian indo bisa bersaing dan stabil,… Mantap… Semoga infonya bermanfaat.

    Reply
    • Mantap Mr Choi. Benar, pemerintah sebagai regulator harus juga berperan aktif dan bahu membahu agar ekonomi indonesia mampu bersaing dengan negara yang lain.

      Reply
  8. Terima kasih informasinya, materinya mudah dipahami untuk pemula yang mau terjun ke dunia bisnis seperti saya.

    Reply
  9. Boleh banget pencerahannya. Menjelaskan dengan rinci bagaiman pentingnya pemahaman dari kedua aspek diatas apabila ingin menguasai pasar dunia online. Semoga ini bisa menjadi ilmu dan manfaat yang baik bagi pelaku atau calon pelaku bisnis online.

    Reply
  10. Berguna banget informasinya untuk ane yang masih awam di dunia bisnis online, jadi ada referensi deh buat take decission untuk mulai dari mana. Thank you Mas 🙏🏽

    Reply
    • Ditunggu kabar bisnis juaranya Kak Albert. Jangan lupa bikin website sendiri walau awal-awal masih ikut jualan di marketplace. Semoga jadi juara bisnis online ya Kak!

      Reply
  11. Massive thank you infonya, Gan! Jadi semakin yakin nih kalau era sekarang ekonomi digital lah yg memang turut berperan dalam pilar perekonomian Indonesia! Semoga jadi peluang yang baik untuk tiap-tiap marketplace ataupun pemula yg ingin memulainya dengan e-commerce, ya!

    Reply
    • Iya Kak Dini, ekonomi digital memang menjadi masa depan ekonomi. Mungkin yang kita lakukan sama yaitu jual beli, namun alatnya sudah berubah, saling terkoneksi satu sama lain. Jadi permasalahan memilih marketplace atau bikin website sendiri sudah bukan pilihan. Dua duanya harus dikuasai, dijembatani, biar tidak ketinggalan kereta. Juga menjadikan juara setiap pemilik usaha digital!

      Reply
  12. Gimana kalau marketplace juga menyediakan toko yang bisa dibuat selfweb yang bisa self host za ? Web dari China kemarin lihat sempet ada kayak gitu bro

    Reply
    • Wah, saya belum tahu yang seperti itu Kak Regi. Menarik sekali kalau ada marketplace yang malah menawarkan konsep membuat produk end sale nya berupa website dengan branding dari penjual di platformnya. Juara nih idenya Kak!

      Reply
  13. Wahh mantep banget, insightful, berguna banget buat yg bingung kenapa harus ikutan marketplace atau bikin website sendiri, atau why not both!

    Reply
    • Yoii, Mas Iqbal. Jangan lupa bikin website sendiri ya Mas, walau produknya laku di marketplace. Biar tidak ketinggalan kereta nanti dengan yang lainnya. Tetep semangat, terus jadi juara bisnis online ya Mas!

      Reply
  14. Supaya lebih masif, masyarakat Indonesia perlu diedukasi lagi agar bisa memanfaatkan internet sebagai platform untuk jual beli secara daring. Menurut hemat saya, banyak pelaku pasar yang masih menggunakan cara konvensional dalam berjualan, terutama generasi boomers yang sedikit sulit dalam mengimplementasikannya karena kurang mahir dalam menggunakan teknologi.
    Selain itu, mungkin memang ada beberapa komoditas yang rasanya agak sulit kalau dibeli secara online, misalnya pakaian. Dalam marketplace biasanya sudah diberikan detail mengenai pakaian yang dipasarkan (ukuran dan bahan biasanya jadi pertimbangan utama). Tetapi tetap saja, ada beberapa orang yang masih kurang percaya jika tidak mencoba pakaian tersebut secara langsung. Sehingga mungkin tipe orang tersebut lebih memilih untuk membeli baju secara langsung.

    Reply
    • Wah, ide yang menarik sekali Mas Dimas. Salah satu kekurangan bisnis online memang pada pengalaman untuk mencoba barang seperti pakaian. Beberapa info yang saya tahu, perusahaan Jepang seperti JD** bahkan tahun tahun kemarin bikin inovasi Augmented Reality yang disambung dengan kerjasama toko lokal. Mereka seperti menitipkan contoh produk di pedagang dekat daerah dengan konsentrasi pembeli terbanyak. Tapi di Indonesia masih belum terlihat yang seperti itu, hehe.

      Reply
  15. Setuju banget nih sama konten artikelnya. Pengsinergisan penggunaan kedua platform menurutku perlu banget buat dilakuin.

    Reply
    • Terima kasih. Informasi yang bermanfaat banget. Akhirnya nemu pencerahan buat memulai bisnis baru 🙏

      Reply
      • Sama sama Mbak Shinta. Kalau punya bisnis online, jangan lupa bikin website sendiri dengan brand sendiri ya mbak, biar untuk seterusnya tidak ketergantungan dengan marketplace, hehe.

        Reply
    • Benar, Mas. Daripada berantem mana yang lebih baik antara punya website sendiri vs punya toko di marketplace, mending tenaganya dibuat untuk bikin inovasi marketing dll supaya salesnya naik. Btw, kopinya Mas Kris masih jualan gak Mas? Hehe.

      Reply
  16. Wow, sebuah insight yang menarik Mas Reza. Mas Reza klu misal dalam hal sosial apakah ada alternatif lain selain website untuk penggalangan dana, atau meningkatkan traffic pengunjung web?

    Misal saya ingin buat website local daerah kota saya untuk mengajak orang2 berdonasi dan uangnya untuk pendanaan program2 sosial empowerment?

    Reply
    • Setahu saya website kitabisa sudah cukup ampuh untuk ikut penggalangan dana dll, Mas. Mungkin Mas Luthfi bisa coba web berbasi crowd seperti saweria, trakteer, dll agar bisa dimanfaatkan untuk melempar pengunjung ke web sendiri dalam penggalangan dana program sosial empowerment Mas.

      Reply
  17. Di tengah pandemi kaya gini, jadi referensi menarik untuk mulai merambah bisnis online

    Reply
    • Benar, Mas Anggi, dapat cuan banyak mumpung lagi pada kerja dan berkegiatan dari rumah. Yuk, bikin website dan toko di marketplace, biar jadi juara di bisnis online!

      Reply