Juara Jualan Online: Maksimalkan Website dan Marketplace!

Lalu Mana yang Lebih Menguntungkan?

Daripada mencari mana keuntungan dan kekurangannya, mengapa tidak mencoba untuk mensinergiskan manfaat keuntungan dari keduannya?

Website vs Marketplace: Pilihan atau Sinergi? Kita hidup di zaman yang sangat cepat berubah. Kita hidup di zaman dimana kolaborasi merupakan kekuatan yang besar. Kelebihan dari masing-masing, baik marketplace dan website, kita coba sinergiskan untuk menutup kekurangan pada keduanya.

Juara Jualan Online
Juara Jualan Online

Bagaimana Cara Mensinergisasikan Marketplace dan Website untuk Berjualan? Ini Strateginya!

Website vs Marketplace: Pilihan atau Sinergi? Tidak lain dan tidak bukan dengan memanfaatkan keduanya untuk mendukung usaha kita. 

Membuat Toko di Marketplace dan Website Berjualan Bersamaan

Salah satu kekurangan marketplace berupa ketergantungan kita untuk jangka panjang. Untuk itu harus kita siasati dengan membuat website berjualan dengan brand kita miliki.

Berikan Tautan Menuju Website Jualan Kita

Tampilkan tautan yang mengumpan calon pembeli anda ke website katalog anda di setiap postingan jualan anda. Hal ini akan menarik perhatian calon pembeli, apalagi anda menawarkan berbagai bonus untuk pembelian di website. Cara ini akan memberi pengenalan lebih dalam untuk produk yang anda jual.

Aktif Berpromosi di Sosial Media Maupun Kampanye Offline

Selalu aktif di berbagai sosial media. Berikan kewajaran dan keunikan untuk setiap promosi yang anda lakukan. Ulangi cara ini berkali-kali dengan frekuensi yang wajar untuk menarik minat dan tidak menjauhkan calon pembeli.

Berikan Diskon Khusus Bagi yang Mau Membeli Produk Lewat Website Anda

Ini salah satu kunci yang paling efektif dan efisien. Memberi diskon untuk pembeli di website anda akan meningkatkan kemungkinan pembeli kembali dan tidak beralih ke toko lain dengan produk serupa. Kombinasikan dengan event dari marketplace ketika boom sale. Saat marketplace sedang sepi diskon dan terjadi perang harga, alihkan pembeli anda dengan memberi kabar diskon untuk pembelian di website anda.

Aktif Dalam Komunitas di Niche Produk yang Anda Jual

Membangun engangement brand anda memerlukan waktu. Aktif dalam komunitas adalah salah satu solusi untuk hal ini. Komunitas yang sesuai dengan niche produk anda sudah memiliki ketertarikan akan tipe produk anda. Tugas anda menggaet mereka untuk mencoba dan menjadikan pelanggan dengan loyalitas tinggi.

Gunakan Dana Untuk Membayar Fitur Premium di Marketplace Menjadi Dana Untuk Beriklan Demi Traffic Organic

Apabila berbicara tentang website, maka utnuk mendatangkan pengunjung banyak, kita harus sering berbiaca tentang SEO. Gunakan fasilitas dari mesin pencari untuk iklan demi menggaet pengunjung secara organik. Dana anda untuk membayar fitur premium di marketplace pun bisa dimasukkan untuk hal ini. Ketika website anda semakin bagus SEOnya, semakin banyak pengunjung yang masuk setiap bulan, maka dapat dipastikan akan semakin tinggi tingkat pembelian di website anda.

Jaga Komunikasi dengan Pelanggan Anda

Jaga sebaik mungkin komunikasi dengan pelanggan anda. Entah mereka hanya sekedar iseng untuk bertanya produk anda atau memberi komplain karena keterlambatan pengiriman. Komunikasi yang baik akan memberikan loyalitas yang tinggi terhadap produk anda.

Cerdaskan Pelanggan dengan Berbagai Info Menarik

Cerdaskan pelanggan dengan info terkait produk anda. Info yang mencerdaskan dan bermanfaat akan membuat pelanggan senang karena ada value added ketika membeli produk di website anda. Pelanggan akan semakin loyal dan sering membeli kebutuhan mereka di website anda.

Jangan Lupa Bersedekah

Ini juga penting, sebagian dari keuntungan yang anda miliki adalah milik orang yang membutuhkan. Seringkali dengan sedekah anda akan semakin manusiawi terhadap bisnis yang sedang anda perdagangkan. Anda akan semakin tercerahkan secara mental untuk berhadapan dengan orang sebagai subjek pembeli dari produk anda. Tidak lupa nilai akhirat atau barokah yang semakin mengelilingi kebermanfaatan anda ketika di dunia.

Demikian Strategi Menjadi Juara Di Dunia Online dengan Memaksimalkan Website dan Marketplace: Bukan Lagi Pilihan, Saatnya Sinergi! Apabila anda memiliki usul atau strategi yang menarik mengenai sinergisasi untuk memanfaatkan marketplace dan website untuk berjualan, mari kita diskusikan!

Segala hal yang saya tulis diatas merupakan pengalaman saya, Reza Prama, dalam mengarungi dunia online selama 12 tahun terakhir. Mungkin akan cocok untuk sebagian orang, mungkin tidak untuk sebagian lainnya. Salam hangat untuk teman-teman semua.

Yuk Ikutan! Rumahweb Blog Competition Website vs Marketplace - Pilihan atau Sinergi!

Postingan diatas sebagai salah satu dukungan untuk organisasi kepemudaan non-profit Forum Muda Ponorogo membangun dan bergerak lincah dalam pergerakan kepemudaan di Ponorogo. Bantu kami dan ikuti perjalanan Forum Muda Ponorogo di sosial media yang ada.

Share on:
About Reza Prama Arviandi

A graduate student from the Department of Civil Engineering ITB who has a passion in the field of civil infrastructure, big data analysis, and community empowerment.

61 thoughts on “Juara Jualan Online: Maksimalkan Website dan Marketplace!”

  1. Mantapp mas reza, menginsipirasi sekali. Pengen buat personal web aja belum jadi2 :)) Btw marketplace ini kalo didukung infrastruktur yg maju mungkin bisa juga dipakai buat transaksi jual beli energi listrik.

    Reply
  2. Menarik. Ternyata keduanya bisa berjalan beriringan, dan menutupi kekurangan satu sama lain. Selain hal tersebut diatas, perlu diperhatikan pula mengenai “technical expertise” ketika membangun website sendiri. Sehingga tidak kelimpungan ketika terdapat bug di website atau ketika kunjungan melonjak dan melebihi traffic yang dapat ditampung. Tapi ketika hal tersebut dapat diatasi, bukan tidak mungkin dengan kombinasi website dan marketplace ini bisa mendatangkan cuan yang lebih banyak.

    Reply
    • Halo Edy! Benar sekali, seringkali orang susah membangun website sendiri karena kurang paham sisi teknis dari membangun website.

      Tapi saya rasa jasa pembuatan website oleh Rumahweb sangat akan membantu. Ayo bikin website untuk menunjang marketplace!

      Reply
    • Halo Bang Endar. Setahu saya banyak remote workers Indonesia font preview di Envato dll yang mengarahkan produk miliknya ke website sendiri. Saya lihat nih mereka jualan bundle dengan produk font lebih banyak daripada di marketplace. Harga bundlenya pun jadi lebih murah.

      Hal ini salah satunya dilakukan oleh Mas Rian Rahardi. Coba main atau ketik nama beliau di facebook atau marketplace yang jualan font.

      Strategi yang saya tulis diatas terinspirasi dari kerja beliau, hehe.

      Reply
  3. Informasi nya sangat bermanfaat mas. Penjelasan tentang digital marketing seperti marketplace/website sangat dibutuhkan untuk kaum milenial yang mulai mencoba untuk masuk dunia bisnis digital. Sehingga kita bisa tau plus minus dari masing masing sistem. Sukses terus mas

    Reply
    • Benar Mas Sunu, hal ini untuk mendukung berbagai gerakan dari pemerintah maupun swasta berkaitan dengan shifting bisnis digital untuk menjangkau lebih banyak lagi pembeli di seluruh dunia. Jangan lupa bikin website dan toko di marketplace ya Mas Arif, hehe. Jadi juara bisnis online dengan produk yang mendunia!

      Reply
  4. Mantap mas rezza, semakin yakin era ke kedepan apapun sektor nya pasti akan menggunakan online marketing sebagai trik jitu. Apalagi booming saat2 pandemi seperti ini.

    Reply
    • Benar Mas Danang. Mugkin jualan kambing bisa juga dilakukan dengan buka toko di marketplace dan bikin website sendiri Mas. Sukses untuk usahanya. Semoga jadi juara jadi pebisnis online ya Mas Danang!

      Reply
  5. Mantab Mas Reza sharing nya, membuat online marketplace sekarang memang jadi tren dan menjadi kebutuhan penting bagi perusahaan yang menjual produknya langsung maupun ritel dimasa pandemi seperti ini, banyak yang membangun online marketplace nya sendiri sendiri dan mungkin akan menjadi tren baru untuk sedikit meninggalkan “giant marketplace” seperti yang sudah terkenal sebelumnya, tren marketplace “indie” ini kira kira akan semakin tenar pasca pandemi covid 19 juga sepertinya. Kalau menurut mas Reza sendiri bagaimana perananan “giant marketplace” terhadap marketplace online milik sendiri seperti ini ya ? mungkin apakah bisa dianggap calon “distrubtion” bagi mereka dan kira kira pandangan mas reza tentang issue ini bagaimana mas ?

    Reply
    • Wah, terima kasih sharingnya Mas Tegar. Menarik sekali bahasannya. Maksudnya marketplace “indie” ini apakah website sendiri dengan tampilan sendiri atau marketplace dengan niche khusus misal sociolla, qlapa (dulu), fiverr, dll?

      Sepertinya yang kedua mungkin ya Mas.

      Menurut saya “hukum pasar” akan tetap berlaku. Mana ‘platform” yang akan memberi keuntungan dan kenyamanan terfit/termemenuhi kebutuhan pengguna dibandingkan dengan ‘platform lain”.

      Tentu dengan semakin besarnya platform yang besar, mereka punya sumber daya yang besar juga untuk mengolah seluruh subjek yang dimau oleh pengguna.

      Namun jangan lupa, “marketplace indie” yang mungkin hadir dari kegelisahan foundernya terhadap permasalahan yang tak kunjung diselesaikan oleh ‘marketplace besar” akan punya hasil riset yang lebih menohok dan masuk dengan keinginan pengguna.

      Mungkin juga salah satu kelebihan “marketplace indie” mereka terlalu kecil untuk membuat “kesalahan besar”. Sehingga lebih kuat dan bagus untuk membuat inovasi yang mengguncang pasar.

      Namun kekhawatiran saya yaitu apabila founder/atasan dari ‘marketplace indie” ini bukan orang yang “kuat mental”. Mereka bisa mudah untuk “exit” dengan menjual atau merger dengan “marketplace besar”, Apalagi setelah didera permainan harga, isu, dll di pasar.

      Bagaimana pendapat Mas Tegar juga terhadap isu ini?

      Reply
  6. Terima kasih atas insightnya. Ini bagus banget utk para newbie yg mau terjun ke jualan online. Keep writing

    Reply
    • Terima kasih Kak Cinta. Semoga dapat membantu ya Kak. Jangan lupa bikin website untuk bikin brand nama produknya kalau punya bisnis online ya Kak!

      Reply
    • Makasih ya Mas Muhung, segera bangun lagi usahanya yang kemarin ya Mas. Trus bikin website untuk memasarkan brand utama produknya. Sukses terus. Juara Mas!

      Reply
  7. Good news…. Harusnya pemerintah jgaharus berpetan aktif mendidik UKM tentang online selling… Biar perekonomian indo bisa bersaing dan stabil,… Mantap… Semoga infonya bermanfaat.

    Reply
    • Mantap Mr Choi. Benar, pemerintah sebagai regulator harus juga berperan aktif dan bahu membahu agar ekonomi indonesia mampu bersaing dengan negara yang lain.

      Reply
  8. Terima kasih informasinya, materinya mudah dipahami untuk pemula yang mau terjun ke dunia bisnis seperti saya.

    Reply
  9. Boleh banget pencerahannya. Menjelaskan dengan rinci bagaiman pentingnya pemahaman dari kedua aspek diatas apabila ingin menguasai pasar dunia online. Semoga ini bisa menjadi ilmu dan manfaat yang baik bagi pelaku atau calon pelaku bisnis online.

    Reply
  10. Berguna banget informasinya untuk ane yang masih awam di dunia bisnis online, jadi ada referensi deh buat take decission untuk mulai dari mana. Thank you Mas 🙏🏽

    Reply
    • Ditunggu kabar bisnis juaranya Kak Albert. Jangan lupa bikin website sendiri walau awal-awal masih ikut jualan di marketplace. Semoga jadi juara bisnis online ya Kak!

      Reply
  11. Massive thank you infonya, Gan! Jadi semakin yakin nih kalau era sekarang ekonomi digital lah yg memang turut berperan dalam pilar perekonomian Indonesia! Semoga jadi peluang yang baik untuk tiap-tiap marketplace ataupun pemula yg ingin memulainya dengan e-commerce, ya!

    Reply
    • Iya Kak Dini, ekonomi digital memang menjadi masa depan ekonomi. Mungkin yang kita lakukan sama yaitu jual beli, namun alatnya sudah berubah, saling terkoneksi satu sama lain. Jadi permasalahan memilih marketplace atau bikin website sendiri sudah bukan pilihan. Dua duanya harus dikuasai, dijembatani, biar tidak ketinggalan kereta. Juga menjadikan juara setiap pemilik usaha digital!

      Reply
  12. Gimana kalau marketplace juga menyediakan toko yang bisa dibuat selfweb yang bisa self host za ? Web dari China kemarin lihat sempet ada kayak gitu bro

    Reply
    • Wah, saya belum tahu yang seperti itu Kak Regi. Menarik sekali kalau ada marketplace yang malah menawarkan konsep membuat produk end sale nya berupa website dengan branding dari penjual di platformnya. Juara nih idenya Kak!

      Reply
  13. Wahh mantep banget, insightful, berguna banget buat yg bingung kenapa harus ikutan marketplace atau bikin website sendiri, atau why not both!

    Reply
    • Yoii, Mas Iqbal. Jangan lupa bikin website sendiri ya Mas, walau produknya laku di marketplace. Biar tidak ketinggalan kereta nanti dengan yang lainnya. Tetep semangat, terus jadi juara bisnis online ya Mas!

      Reply
  14. Supaya lebih masif, masyarakat Indonesia perlu diedukasi lagi agar bisa memanfaatkan internet sebagai platform untuk jual beli secara daring. Menurut hemat saya, banyak pelaku pasar yang masih menggunakan cara konvensional dalam berjualan, terutama generasi boomers yang sedikit sulit dalam mengimplementasikannya karena kurang mahir dalam menggunakan teknologi.
    Selain itu, mungkin memang ada beberapa komoditas yang rasanya agak sulit kalau dibeli secara online, misalnya pakaian. Dalam marketplace biasanya sudah diberikan detail mengenai pakaian yang dipasarkan (ukuran dan bahan biasanya jadi pertimbangan utama). Tetapi tetap saja, ada beberapa orang yang masih kurang percaya jika tidak mencoba pakaian tersebut secara langsung. Sehingga mungkin tipe orang tersebut lebih memilih untuk membeli baju secara langsung.

    Reply
    • Wah, ide yang menarik sekali Mas Dimas. Salah satu kekurangan bisnis online memang pada pengalaman untuk mencoba barang seperti pakaian. Beberapa info yang saya tahu, perusahaan Jepang seperti JD** bahkan tahun tahun kemarin bikin inovasi Augmented Reality yang disambung dengan kerjasama toko lokal. Mereka seperti menitipkan contoh produk di pedagang dekat daerah dengan konsentrasi pembeli terbanyak. Tapi di Indonesia masih belum terlihat yang seperti itu, hehe.

      Reply
  15. Setuju banget nih sama konten artikelnya. Pengsinergisan penggunaan kedua platform menurutku perlu banget buat dilakuin.

    Reply
    • Terima kasih. Informasi yang bermanfaat banget. Akhirnya nemu pencerahan buat memulai bisnis baru 🙏

      Reply
      • Sama sama Mbak Shinta. Kalau punya bisnis online, jangan lupa bikin website sendiri dengan brand sendiri ya mbak, biar untuk seterusnya tidak ketergantungan dengan marketplace, hehe.

        Reply
    • Benar, Mas. Daripada berantem mana yang lebih baik antara punya website sendiri vs punya toko di marketplace, mending tenaganya dibuat untuk bikin inovasi marketing dll supaya salesnya naik. Btw, kopinya Mas Kris masih jualan gak Mas? Hehe.

      Reply
  16. Wow, sebuah insight yang menarik Mas Reza. Mas Reza klu misal dalam hal sosial apakah ada alternatif lain selain website untuk penggalangan dana, atau meningkatkan traffic pengunjung web?

    Misal saya ingin buat website local daerah kota saya untuk mengajak orang2 berdonasi dan uangnya untuk pendanaan program2 sosial empowerment?

    Reply
    • Setahu saya website kitabisa sudah cukup ampuh untuk ikut penggalangan dana dll, Mas. Mungkin Mas Luthfi bisa coba web berbasi crowd seperti saweria, trakteer, dll agar bisa dimanfaatkan untuk melempar pengunjung ke web sendiri dalam penggalangan dana program sosial empowerment Mas.

      Reply
  17. Di tengah pandemi kaya gini, jadi referensi menarik untuk mulai merambah bisnis online

    Reply
    • Benar, Mas Anggi, dapat cuan banyak mumpung lagi pada kerja dan berkegiatan dari rumah. Yuk, bikin website dan toko di marketplace, biar jadi juara di bisnis online!

      Reply

Leave a Comment