Unanswered

Dalam suatu waktu saya sering sekali bertanya, mengapa saya mendapatkan A padahal saya sebenarnya sangat menginginkan B.

Dalam suatu waktu saya kembali bertanya, seandainya B saya kenyataan yang saya dapat, takdir apalagi yang menghampiri saya untuk mengulang atau meng-overloop decision making saya terhadap permasalahan selanjutnya.

Dalam suatu waktu saya membayangkan dengan jelas, bagaimana bentuk seluruh flowchart kerja seluruh pengambilan keputusan dari satu individu berakibat kepada individu yang lain.

Apakah bentuknya seperti lingkaran-lingkaran yang saling bertumpukan satu sama lain atau malah berbentuk garis dengan menyambung antara satu dots ke dots yang lain atau malah bentuk abstrak yang belum pernah saya bayangkan sebelumnya.

Satu hal yang pasti bahwa selalu ada pihak ketiga, keempat, dan seterusnya yang menjadikan flowchart hidup setiap makhluk hidup nggak lurus-lurus amat. Semakin banyak disenggol oleh variabel lain garis-garis hidup manusia bakal semakin jauh range-nya.

Manusia bakal jadi lebih bijak, lebih dewasa, lebih mempunyai sifat waro’ (mengambil sedikit terhadap dunia), dan lebih selow menghadapi ruwetnya dunia.

Sayangnya variabel yang nyenggol dan kita anggap mengganggu seringkali kita mudah abaikan. Padahal dengan seringkali disenggol kita bakal lebih jauh maennya. Kita bakal menemukan sesuatu yang sebelumnya masih unanswered, alias belum ketemu jawabannya.

Share on:
About Reza Prama Arviandi

A graduate student from the Department of Civil Engineering ITB who has a passion in the field of civil infrastructure, big data analysis, and community empowerment.

Leave a Comment

1 thought on “Unanswered”